Minyak Turun Setelah Menghapus Gain Mingguannya Terkait persediaan AS KontakPerkasa Futures, Minyak turun untuk hari kedua sebelum data mingguan pemerintah yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS bertambah lebih banyak dari rekornya, memperburuk persediaan global yang melimpah.

Minyak berjangka menurun sebanyak 1,2 persen di New York setelah merosot 6 persen pada Senin, menghapus kenaikan minggu lalu. Persediaan mungkin naik 3,75 juta barel hingga 29 Januari, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Administrasi Informasi Energi Rabu. Royal Dutch Shell Plc mendapatkan pemangkasan peringkat utang ke level terendahnya sejak Standard & Poor memulai cakupan yang luas pada tahun 1990, dan penurunan peringkat dari produsen Eropa lainnya mungkin akan mengikuti dalam beberapa pekan mendatang.

Minyak turun 9,2 persen bulan lalu di tengah volatilitas yang terjadi di pasar global, pasokan minyak mentah AS meluap dan prospek untuk meningkatkan ekspor dari Iran setelah penghapusan sanksi internasional mereka. Produksi minyak mentah dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak meningkat ke rekornya pada Januari karena keanggotaan Indonesia untuk kelompok ini diaktifkan.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun sebanyak 37 sen menjadi $ 31,25 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 31,33 pada 08:23 pagi waktu Hong Kong. Kontrak turun $ 2 menjadi $ 31,62 pada hari Senin kemarin. Volume semua minyak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 53 persen di bawah rata-rata 100-harinya. Harga mengalami kenaikan sebesar 4,4 persen minggu lalu.

Brent untuk pengiriman April kehilangan $ 1,75, atau 4,9 persen, ke $ 34,24 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange, Senin. Minyak mentah acuan Eropa tersebut mengakhiri sesi dengan premi dari 88 sen untuk WTI bulan April.(hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.