PT KONTAK PERKASA FUTURES – Mengikuti tim kesayangan berlaga di kandang lawan memang mengasyikkan. Namun, bakal merepotkan kalau pertandingannya ditunda dan Anda tak bisa masuk kerja keesokan harinya.

Seperti pernah dituturkan oleh Ammar Mildandaru dalam tulisannya di About The Game ini, mengikuti tim kesayangan pada saat partai tandang juga menjadi uji loyalitas. Selain berkorban biaya, para suporter, tentunya, berkorban waktu juga.

Untuk ukuran suporter di negara-negara Eropa, mengikuti tim berlaga tandang di kompetisi lokal relatif lebih mudah. Berpindah kota dengan bus atau kereta membuat perjalanan menjadi lebih mudah.

Namun, lain soal jika harus mendukung kesebelasan berlaga di kompetisi antarklub Eropa seperti Liga Champions atau Liga Europa. Perjalanan yang ditempuh bisa lebih jauh dan bisa jadi tidak hanya menggunakan moda transportasi seperti bus dan kereta saja, tetapi juga pesawat. Imbasnya, waktu yang dihabiskan juga lebih banyak.

Demikianlah yang dialami oleh suporter Borussia Moenchengladbach. Pada matchday I Liga Champions tengah pekan ini, para suporter Gladbach harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bertandang ke Manchester, kota tempat lawan mereka, Manchester City, bernaung.

Pertandingan City vs Gladbach awalnya dijadwalkan bergulir pada Selasa (13/9) waktu setempat atau pada Rabu (14/9) dini hari WIB. Namun, cuaca tidak mendukung. Badai yang melanda Manchester membuat lapangan tergenang. Pertandingan pun terpaksa ditunda sehari.

Dengan ditundanya pertandingan selama satu hari, waktu yang dihabiskan pendukung Gladbach dalam ‘away days’ pun menjadi lebih banyak. Kelihatannya ini memang tidak serius. Tapi, bagaimana dengan para pendukung yang sudah kepalang izin dengan kantor atau tempatnya bekerja dan masih harus menambah izin ketidakhadirannya lagi.

Beruntung bagi para pendukung Gladbach, pihak klub paham dengan situasi tersebut. Paham kalau tertundanya pertandingan melawan City bisa membuat pendukungnya terlambat atau tidak bisa masuk kerja, petinggi Gladbach, secara khusus, mengirim surat permintaan maaf yang ditujukan kepada para bos.

“Kami berterima kasih kepada Anda, sang bos, untuk menerima permintaan maaf ini atas kepergiannya selama satu hari. Kami menyesali dampak yang bisa ditimbulkan untuk perusahaan Anda tapi, pada saat bersamaan, kami juga berterima kasih atas perhatian Anda,” demikian pernyataan dari Gladbach tersebut.

Pernyataan tersebut ditandatangani langsung oleh Max Eberl, Direktur Olahraga Gladbach.

Rasa tanggung jawab tim-tim Eropa terhadap suporter yang mengikuti mereka pada laga tandang sudah sering ditunjukkan. Pada lain kesempatan, misalnya, Manchester United meminta para pendukung mereka yang bertandang ke Rotterdam –untuk menyaksikan United berlaga melawan Feyenoord– untuk tetap low profile.

Menurut Manchester Evening News, peringatan tersebut diberikan mengingat pada tahun 2012, ketika United tandang ke Amsterdam untuk menghadapi Ajax, bentrokan terjadi. Dari bentrokan tersebut, 76 pendukung Ajax ditangkap.

Selain peringatan atau perhatian khusus dari tim sendiri, suporter tandang biasanya juga mendapatkan perhatian dari pihak keamanan. Mereka biasanya akan mendapatkan pengawalan khusus dari petugas keamanan, baik ketika akan mendatangi stadion atau meninggalkan stadion. Oleh karenanya, suporter tandang bisa tetap datang ke stadion meskipun laga yang akan disaksikan berpotensi “panas”.

Pada beberapa kesempatan, para petugas keamanan juga mengatur jadwal suporter keluar dari stadion. Biasanya, para suporter tandang akan ditahan sedikit lebih lama di dalam stadion, sementara para petugas keamanan meminta para pendukung kandang untuk tidak berkumpul lama-lama di dalam dan sekeliling stadion.

Pada 2014, sempat menyaksikan langsung derby Merseyside di Anfield. Seusai pertandingan, para petugas keamanan menyisir sekeliling stadion dan bagian dalam stadion seraya meminta para pendukung tuan rumah untuk tidak lama-lama berkumpul. Kendati pun derby Merseyside sangat kecil kemungkinan bentroknya, namun para petugas tetap berusaha meminimalisir risiko. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES