during the Barclays Premier League match between Leicester City and Chelsea at the King Power Stadium on December14, 2015 in Leicester, United Kingdom.

during the Barclays Premier League match between Leicester City and Chelsea at the King Power Stadium on December14, 2015 in Leicester, United Kingdom.

 KontakPerkasa Futures, Dukungan pada Leicester City dan Claudio Ranieri untuk menjuarai Premier League semakin besar. Yang terbaru datang dari Jose Mourinho, meski sebelumnya sering berseberangan dengan The Tinkerman.

Tepatnya di awal musim ini Mourinho melontarkan kata-kata pedasnya pada Ranieri. Mourinho ketika itu menyindir kemampuan bahasa Inggris Ranieri yang masih sangat minim meski dia sudah bekerja lama di Premier League. Hal lainnya, Ranieri disebut Mourinho spesialis tim-tim kecil dan turnamen minor.

“Dia sudah hidup lima tahun di Inggris dan masih kesulitan mengucapkan selamat pagi dan selamat siang. Dia hampir 70 tahun, dan dia punya Piala Super dan trofi-trofi kecil lainnya. Dia terlalu tua untuk mengubah mentalitasnya,” seru Mourinho ketika itu.

Namun roda nasib kedua pelatih itu kemudian berjalan bertolak belakang. Mourinho dipecat dari Chelsea pada bulan Desember, sementara Ranieri kini berdiri di ambang juara Premier League setelah malam tadi mengalahkan Sunderland 2-0.

“Saat Pangeran William mengatakan dia ingin Leicester menang (Premier League), saya bukanlah siapa-siapa untuk mengatakan sesuatu. Saya pikir karier dia (Ranieri) layak untuk itu (gelar Premier League),” ucap Mourinho di Telegraph.

“Dia sosok yang baik yang saya hormati. Meski kata-kata buruk yang terucap, dia tahu kalau saya sangat menyukainya dan saya ingin dia yang menang,” lanjut manajer yang digosipkan akan membesut Manchester United musim depan itu. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.