Nikkei Berjangka Turun Jelang Data Pabrikan ChinaIndeks berjangka Jepang turun di Chicago setelah yen mempertahankan keuntungannya terhadap rekan-rekan utama sebelum China memposting data pabrikan dan penjualan ritel di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi yang memburuk. Minyak mentah memangkas penurunan dalam tiga hari sementara tembaga berjangka kembali turun.

Nikkei 225 Stock Average berjangka turun 1,4 persen menjadi 14.815 di Chicago Mercantile Exchange setelah ditutup di atas 15.000 selama empat hari terakhir. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah setelah indeks tersebut menghapus kerugiannya di New York. Yen stabil di level 102,72 per dolar pada 07:21 di Tokyo setelah naik selama tiga hari sementara dolar Selandia Baru mempertahankan kenaikan setelah bank sentral menaikkan suku bunga. Minyak reli dari lima pekan terendah. Sementara tembaga berjangka turun 0,2 persen.

China diproyeksikan akan melaporkan pertumbuhan output industri yang lebih lambat untuk Februari hari ini sementara penjualan ritel tumbuh, menurut ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Saham global telah jatuh dalam empat hari terakhir, penurunan terpanjang dalam tahun ini, setelah penurunan tak terduga dalam ekspor China dan kegagalan pembayaran obligasi pertama yang memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi terbesar di Asia tersebut. Korea Selatan dan Indonesia akan mengevaluasi tingkat suku bunganya hari ini sementara Malaysia akan memposting output pabrikannya. Australia akan merilis data ketenagakerjaan.

 Artikel: kontakperkasa futures.