Agar tidak ada lagi kasus yang merugikan bagi konsumen oleh perencana keuangan atau financial planner, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membatasi pergerakan para perencana keuangan tersebut. Pasalnya, banyak yang merasa tertipu oleh perencana keuangan.

OJK Bersiap Batasi Aksi Perencana KeuanganÀnggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S Soetiono, mengungkapkan sebagai tahap awal OJK tengah melakukan pembahasan dengan otoritas pasar modal.

“Sebagai tahap awal kami mesti bertemu dengan otoritas pasar modal, karena sebagian kan otoritasnya di sana,” ungkap Titu sapaan akrab Kusumaningtuti di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Senin (9/6/2014).

Sayangnya, dia enggan menjelaskan secara detail dari aturan yang akan dibuat terhadap perencana keuangan, yang dianggap telah meresahkan sejumlah orang yang ingin berinvestasi.

Menurut dia para pelaku industri jasa keuangan masih harus melihat segala sesuatunya secara terperinci. “Belum ya, nanti saya lihat dulu,” imbuhnya.

Sekadar informasi, nasabah yang mengaku mengalami penipuan oleh perencana keuangan, salah satunya adalah dialami oleh artis Ferdi Hasan belum lama ini. Hal ini tidak terlepas saran dari perusahaan financial planner Quantum Magna (QM) yang membuat dirinya rugi sekira Rp12 miliar.

Artikel: kontakperkasa futures.