'Pak Menpora, Tolong Perhatikan juga Bulutangkis (dan Cabang Lain)' KontakPerkasa Futures, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendapat banyak apresiasi atas keberaniannya menjatuhkan sanksi pembekuan kepada PSSI. Ia pun diminta juga memerhatikan cabang lain, terutama bulutangkis.

Hal tersebut disampaikan Prietess, seorang pecinta bulutangkis, melalui surat terbuka yang dirilis oleh situs badmintontalk.com, yang sejak beberapa hari lalu ramai beredar dan menjadi viral di dunia maya, terutama di kalangan pecinta bulutangkis.

Surat yang ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo dan Menpora Imam Nahrawi itu kembali mengingatkan bahwa bulutangkis adalah cabang olahraga yang paling sering mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Kalau perlu, seperti dicetuskan tokoh bulutangkis nasional Justian Suhandinata beberapa lalu, badminton pantas dideklarasikan sebagai olahraga nasional.

Namun, jika saat ini prestasinya sedang tersendat, pemerintah sepatutnya memberi perhatian dan dukungan yang lebih nyata.

“Kalau memang Pemerintah Republik ini ingin membangun dan memupuk sikap bangga, cinta, no SARA, dan nasionalisme kepada masyarakat dan generasi penerus bangsa ini secara tidak langsung, liriklah bulutangkis, Pak. Jangan hanya menuntut prestasi kepada bulutangkis,namun kabarnya menempatkan bulutangkis ke prioritas urutan ke-14 di APBN 2015 yang total jumlahnya hanya 3 trilyun diberikan ke Kemenpora dan harus dibagikan kepada ‘Kepemudaan’,” demikian antara lain isi surat terbuka tersebut.

“Walaupun bulutangkis kita sedang menurun dalam kurun waktu 10 tahun ini, justru menurut saya seharusnya pemerintah bangun dari tidur dan menyadari bahwa pemerintah harus lebih memberikan perhatian secara nyata dengan membangun stadium atau sekolah bulutangkis, menyusun kurikulum bulutangkis di sekolah-sekolah dan juga memberikan dana yang lebih pada olahraga kebangaan bangsa ini.

Salah satu aspek yang dianggap sangat penting supaya bulutangkis tetap dekat di hati masyarakat Indonesia adalah terkait siaran pertandingan di layar kaca. Sebab, saat ini volume siaran bulutangkis sangatlah minim.

“Apabila Bapak Presiden dan Bapak Menteri ingin bulutangkis kita kembali berjaya, bulutangkis kita butuh ‘treatment’ khusus Pak dari pemerintah. Jangan seperti sekarang yang mana siaran bulutangkis di televisi pun hanya dua/tiga kali setahun dan bahkan untuk sebagian itu PBSI harus membayar TV swasta untuk menyiarkannya.

“Bahkan untuk Piala Sudirman 2015 bulan depan saja dikabarkan PBSI harus negosiasi dengan TV Swasta, dan mungkin PBSI harus bayar uang banyak agar bisa disiarkan. Sungguh memprihatinkan ya, Pak? Saya hanya berpikir, kenapa tidak disiarkan di TV Nasional saja ya? Kan TV Nasional juga di-subsidi pemerintah. Apakah bulutangkis hanya dicari pemerintah saat dekat mau ajang multievent olahraga saja untuk dibebankan medali emas? Saya tidak tahu apakah kabar tentang tagar #RIPTVNasional yang geger di Twitter kemarin Minggu 12 April 2015 sampai ke telinga Bapak?”

[Isi selengkapnya surat terbuka ini, bisa dibaca di sini]

Pada 10-17 Mei mendatang Indonesia akan berjuang di kejuaraan dunia beregu campuran, Piala Sudirman, di Dongguan, Tiongkok. Di ajang ini Indonesia hanya satu kali juara, yakni di edisi pertama di tahun 1989. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.