PT KONTAK PERKASA FUTURES  – Pasar saham Eropa diperdagangkan sebagian besar melemah pada Senin sore, meski pasar saham London sedang berjuang akibat pound yan melemah didukung oleh indeks terkait komoditas; FTSE.

Menjelang tengah hari di Eropa, patokan Euro Stoxx 50 kehilangan 0,38%, CAC 40 Perancis turun 0,57%, dan DAX 30 Jerman diperdagangkan turun 0,35%.

Komentar Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Minggu kemarin dalam wawancara pertamanya di tahun 2017 terlihat sebagai indikasi bahwa Inggris tidak akan mencoba untuk menegosiasikan akses penuh lanjutan ke pasar tunggal Eropa saat meninggalkan Uni Eropa, yang dikenal sebagai Brexit, karena fokus tertuju pada pengamanan hak Inggris untuk memutuskan kebijakan imigrasi dan hukum mandiri.

Pound bereaksi dengan berbalik jatuh tajam terhadap dolar pada hari Senin, dengan GBP/USD tumbang 1,20% untuk diperdagangkan di 1,2136, level terendah 28 Oktober.

Sementara itu, harga minyak berada di bawah tekanan, setelah Iran dan Irak keduanya melaporkan angka ekspor yang besar. Menurut Reuters, Iran telah menjual lebih dari 13 juta barel minyak mentah melalui laut selama tiga bulan terakhir, merongrong upaya anggota OPEC untuk membatasi pasokan.

Selain itu, ekspor dari wilayah Basra Irak telah mencapai rekor tertinggi, meski kementerian minyak Irak bersikeras bahwa hal itu tidak akan mempengaruhi komitmen negaranya dalam kesepakatan produksi OPEC.

Indikasi peningkatan aktivitas pengeboran di AS juga menempatkan tekanan pada harga minyak mentah. Menurut penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah pengeboran minyak AS di pekan lalu meningkat 4 ke 529, kenaikan mingguan kesepuluh berturut-turut dan level yang tidak terlihat dalam lebih dari satu tahun .

Saham energi diperdagangkan lebih rendah, seperti perusahaan minyak dan gas asal Perancis, Total SA (PA:TOTF) tertekan 0,9%, Italia ENI (MI:ENI) kehilangan 1,08%, sementara Norwegia Statoil (OL:STL) turun 0,56%.

Di London, FTSE 100 bergerak sebaliknya cenderung naik di sesi Eropa, untung 0,22%, dan berada dalam jalur penutupan kedelapan tertinggi beruntun karena pelemahan pound. Harga pon yang murah melambungkan nilai perusahaan-perusahaan multinasional yang terdaftar di indeks tersebut, itu berarti pendapatan mereka di luar negeri dapat bernilai lebih bila dikonversi ke dalam sterling.

Saham Glencore (LON:GLEN) melonjak 2,43%, Anglo American (LON:AAL) mengangkasa 2,03%, sedangkan BHP Billiton (LON:BLT) dan Rio Tinto (LON:RIO) masing-masing diperdagangkan naik 1,44% dan 0,74%.

Saham energi mixed, seperti BP (LON:BP) naik 0,27% dan pesaingnya Royal Dutch Shell (LON:RDSa) kehilangan 0,22%.

Saham keuangan juga bervariasi setelah saham HSBC Holdings (LON:HSBA) menguat 0,60% dan Royal Bank of Scotland (LON:RBS) merosot 1,94%, sementara Barclays (LON:BARC) beringsut maju 0,15%. (hnm) –  PT KONTAK PERKASA FUTURES