PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pound melemah terhadap dolar pada hari Kamis meski data pertumbuhan kuartal ketiga menunjukkan bahwa perekonomian Inggris Raya mengabaikan kejutan langsung referendum Brexit 23 Juni.

GBP/USD awalnya menyentuh tertinggi di 1,2271 sebelum berbalik rendah ke 1,2222.

Produk domestik bruto Inggris Raya tumbuh 0,5% dalam tiga bulan hingga September, angka awal yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional itu menunjukkan, perlambatan pertumbuhan 0,7% pada kuartal kedua, tapi di atas perkiraan pertumbuhan 0,3%.

Perekonomian tumbuh sebesar 2,3% pada basis tahun-ke tahun, juga di atas perkiraan pertumbuhan 2,1%.

“Ada sedikit bukti efek negatif setelah voting,” kata kepala ekonom ONS Joe Grice.

Sektor jasa Inggris, terdiri dari tiga perempat perekonomian, tumbuh dengan 0,8% pada kuartal ketiga, tetapi aktivitas di sektor lain berkontraksi.

Konstruksi menyusut 1,4%, pertanian berkontraksi sebesar 0,7% dan produksi industri menyusut 0,4%.

Laporan hari ini adalah yang pertama melihat bagaimana perekonomian merespon ketidakpastian yang diciptakan oleh Brexit.

Baru-baru ini Bank of England telah memperingatkan di bulan lalu bahwa data mungkin akan menunjukkan pertumbuhan hanya 0,2% pada kuartal ketiga.

Bank sentral tersebut akan bertemu di pekan depan untuk memutuskan apakah akan menurunkan suku bunga lebih lanjut dalam mendukung perekonomian.

Tapi Gubernur BoE Mark Carney mengatakan Selasa bank sentral mengkhawatirkan penurunan tajam dalam pound bisa mendongkrak inflasi, komentar itu terlihat sebagai indikasi bahwa suku bunga akan tetap ditahan.

Kanselir Inggris Raya Philip Hammond menyambut laporan tersebut, mengatakan perekonomian Inggris Raya ulet, dan “ditempatkan dengan baik” untuk menghadapi tantangan dan peluang yang diciptakan oleh Brexit.

Sterling juga melemah terhadap euro, dengan EUR/GBP naik 0,21% ke 0,8926. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES