PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak naik tajam pada perdagangan Eropa, Senin, pulih dari penurunan tajam pekan lalu, dengan para pedagang terus memantau perkembangan sebelum pertemuan informal negara-negara penghasil minyak utama di akhir bulan ini.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan pada hari Minggu bahwa negara-negara OPEC dan non-OPEC “dekat” dalam mencapai kesepakatan untuk menstabilkan pasar minyak dan bahwa ia tujuan kesepakatan akan diumumkan di bulan ini.

Anggota OPEC dapat melakukan pertemuan luar biasa untuk membicarakan harga minyak jika mereka mencapai kesepakatan pada pertemuan informal di Aljazair bulan ini, kata Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo saat berkunjung ke Aljazair, dilaporkan oleh kantor berita negara negara APS, pada hari Minggu.

Anggota OPEC, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan eksportir minyak mentah Timur Tengah besar lainnya, akan bertemu produsen non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia pada pembicaraan informal di Aljazair antara 26 dan 28 September.

Menurut para ahli pasar, kemungkinan bahwa pertemuan itu akan menghasilkan tindakan apapun untuk mengurangi banjirnya pasokan global sepertinya hanya minimal. Sebaliknya, kebanyakan percaya bahwa produsen minyak akan terus memantau pasar dan mungkin menunda pembicaraan pembekuan dalam pertemuan resmi OPEC di Wina pada 30 November.

Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi di awal tahun ini telah gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran untuk mengambil bagian dari inisiatif, menggarisbawahi kesulitan dalam persaingan politik untuk menggabungkan konsensus.

Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman November naik 53 sen, atau 1,16%, diperdagangkan pada $46,30 per barel pada pukul 15.50 WIB.

Pada hari Jumat, Brent berjangka London diperdagangkan merosot 82 sen, atau 1,76%. Harga minyak kehilangan $2,04, atau 4,67% pada minggu lalu di tengah kekhawatiran atas kemungkinan kembali melimpahnya pasokan minyak mentah dari Libya dan Nigeria.

Laporan pertempuran di sekitar pelabuhan minyak Libya lebih lanjut mendukung keuntungan minyak. Pasukan Libya Timur mengatakan mereka telah mengambil kembali kontrol atas dua pelabuhan di mana faksi melancarkan serangan balasan pada hari Minggu, merebut satu terminal.

Pertempuran baru itu akan berpengaruh negatif terhadap ekspor minyak negara bermasalah tersebut.

Di tempat lain, minyak mentah untuk pengiriman November di Bursa Perdagangan New York naik 58 sen, atau 1,33%, ke $44,20 per barel.

Minyak berjangka New York diperdagangkan jatuh ke level terendah lima pekan di $43,35 pada hari Jumat akibat tanda-tanda pemulihan kegiatan pengeboran AS yang sedang berlangsung menambah kekhawatiran atas melimpahnya pasokan.

Penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan Jumat malam bahwa jumlah pengeboran minyak di AS pekan lalu naik 2 menjadi 416, menandai peningkatan 11 kalinya dalam 12 minggu.

Pasar juga menunggu hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve dan Bank of Japan, masing-masing pada 20-21 September untuk signal pergerakan perdagangan. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES