Pengusaha Ini Tanam Chip Demi Amankan BitcoinKontakPerkasa Futures, Pengusaha asal Belanda, Martijn Wismeijer sangat mengantisipasi keamanan penyimpanan uang. Alih-alih menyimpannya dalam mesin ATM, Wismeijer lebih memilih menanamkan chip komputer di bawah kulit tangannya agar semua penyimpanan uang digitalnya aman dari pencurian. Dengan chip ditanam, ia bisa menyimpan uang digital atau Bitcoin-nya.

Cara canggih itu memang ditempuhnya untuk alasan keamanan Bitcoin miliknya. Ia merasa Bitcoin belum menjamin uangnya bakal aman peretasan atau pencurian.

Terlebih, Wismeijer merupakan pendiri Mr Bitcoin–perusahaan yang melayani pemasangan dan mengoperasikan mesin uang tunai rahasia di seluruh Amsterdam dan Eropa. Demikian dikutip dari laman Telegraph edisi Selasa 11 November 2014.

Langkah implan chip itu dilakukannya belum lama ini. Wismeijer memutuskan langkah berani. Ia rela merasakan sakitnya suntikan, demi menanamkan chip yang berbasis komunikasi dekat antar perangkat (NFC) di bawah kulit tangannya. Rasa sakit itu memang bertujuan agar lebih mendapatkan kemudahan. Saat ini pengusaha itu memiliki dua chip yang tertanam.

Chip yang tertanam di tubuhnya, mampu dibaca oleh berbagai perangkat pintar misalnya Samsung Galaxy S5, iPhone, dan fleksibilitas lainnya.

Dengan chip tersebut, ia bisa dengan leluasa menggunakannya untuk personalisasi jam alarm tiap pagi. Alarm hanya bisa berhenti saat Wismeijer  menempatkan satu atau kedua chipnya dalam posisi melawan sensor.

Melalui chip di tangannya itu, ia bisa bisa mengunci rumahnya tanpa menyentuh pintu. Cukup melayangkan tangan di depat pengunci pintu maka pintu otomatis bakal terkunci. Mudah dan praktis. Hal in berkat kemampuan teknologi NFC.

Disebutkan chip yang ditanamkan itu merupakan chip kaca besutan xNTi yang ditanam dalam tubuh melalui jarum suntik. Ukuran chip sangat mini, 2×12 mm dan hanya mampu memiliki kapasitas penyimpanan 888 byte.

“Kebanyakan dokter tak ingin menginstal implan chip ini.Jadi seorang seniman tato yang mungkin bisa melakukan. Tapi pastikan mereka bekerja secara ketat, bersih dan paham apa yang mereka lakukan,” ujar Wismeijer.

Ia mengaku rasanya memang sakit selama sehari setelah menanamkan chip itu. Baru setelah lewat sehari, ia mulai bisa menggunakan chip itu.

Wismeijer menyarankan agar pengguna yang ingin mengikuti langkahnya agar bersabar belajar dari kesalahannya, ia mengaku sempat tak sabar menunggu selama sehari.

Pengguna harus menahan bengkak dan menunggu darah kering dan sembuh untuk menghindari risiko infeksi.

Serangan jantung.

 

Memang ia mengakui cara implan chip ini banyak tak dipahami kalangan orang tua. Namun baginya, penanaman chip penting karena mempertimbangkan mobilitas pada dunia nyata saat ini.

“Saya pribadi merasa dengan mendukung perkembangan bio-hacking (modifikasi tubuh). Kita dapat mempelajari apa yang berhasil dan apa yang tidak,” ujar dia.

Soal fungsi chip ini, memang untuk saat ini masih terbatas. Namun dia yakin chip dalam tubuh itu bisa dimanfaatkan untuk sensor glukosa, memonitor denyut jantung atau menjalankan fungsi pemantauan kesehatan penting lainnya.

“Bayangkan sebuah tato yang biasanya tak terlihat pada tangan Anda berwarna merah saat Anda terkena serangan jantung, kemudian Anda bisa menelepon dan memberitahu dokter,” jelas dia tentang manfaat masa depan chip itu. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.