PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Harga minyak terdongkrak naik di sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu, setelah membukukan kerugian ringan semalam, di tengah spekulasi data pasokan mingguan yang akan dirilis pada sesi AS selanjutnya. Data tersebut akan menunjukkan persediaan minyak mentah AS jatuh dengan cara lebih cepat dari yang diperkirakan pekan lalu.

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan persediaan minyak pada pukul 20.30 WIB, di tengah ekspektasi untuk penurunan 1,7 juta barel.

Stok bensin diperkirakan turun sebesar 0,4 juta barel sementara stok sulingan, yang meliputi minyak bakar dan diesel, diperkirakan meningkat 0,3 juta barel, menurut analis.

Setelah pasar ditutup Selasa kemarin, kelompok industri American Petroleum Institute, mengatakan bahwa persediaan minyak AS turun 5,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 17 Juni. Persediaan bensin turun 1,5 juta barel dan persediaan distilat turun 1,7 juta barel, lanjut API.

Minyak mentah untuk pengiriman Juli di Bursa Perdagangan New York naik ke puncak sesi di $50,45 per barel, tertinggi sejak 10 Juli. Harga terakhir diperdagangkan di $50,37 pada pukul 14.58 WIB, turun 52 sen, atau 1,04%.

Sehari sebelumnya, harga minyak New York diperdagangkan tergerus 11 sen, atau 0,22%. Minyak mentah berjangka AS naik hampir 85% sejak jatuh ke posisi terendah 13 tahun di $26,05 pada 11 Februari lalu akibat didorong sentimen penurunan produksi shale AS.

Namun, dengan harga sekarang di tingkat yang membuat pengeboran lebih ekonomis bagi beberapa perusahaan, jumlah pengebor sumur minyak mungkin akan segera bertambah dan penurunan produksi minyak AS dapat melambat.

Menurut penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah pengebor minyak di AS meningkat sembilan di pekan lalu menjadi 337, kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Keuntungan baru dalam kegiatan pengeboran AS tersebut memicu spekulasi bahwa produksi dalam negeri AS bisa berada di ambang rebound dalam beberapa minggu ke depan, garisbawahi kekhawatiran atas kelebihan pasokan.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Agustus menguat 42 sen, atau 0,83%, diperdagangkan pada $51,04 per barel setelah mencapai intraday tertinggi $51,13, level yang tidak terlihat sejak Juni 10.

Pada hari Senin, Brent berjangka London diperdagangkan merosot 3 sen, atau 0,06%, setelah investor menghitung mundur ke voting Inggris untuk memutuskan apakah akan tetap di Uni Eropa.

Politisi di kedua pihak akan melakukan debat dengan argumen terakhirnya hari ini jelang TPS dibuka pada hari Kamis pukul 13.00 WIB. Jajak pendapat akan ditutup pada Jumat pagi pukul 04.00 WIB. Hasilnya kemungkinan akan diproyeksikan di hari Jumat selanjutnya, sebelum penghitungan suara resmi diumumkan, berdasarkan penghitungan awal dan exit poling.

Sementara itu, Brent premium untuk kontrak minyak mentah WTI mencapai 67 sen per barel, dibandingkan dengan gap 77 sen pada penutupan perdagangan Selasa kemarin. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES