PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Andik Vermansah gembira mendengar kabar bahwa Persebaya Indonesia memenangi sidang gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Andik berharap tak ada lagi dualisme Persebaya.

Seperti diketahui, PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) menggugat PT Persebaya Indonesia atas hak logo, merek dan nama Persebaya yang sebelumnya sudah didaftarkan Dirjen HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Tapi gugatan itu ditolak hakim karena penggugat tidak bisa membuktikan gugatannya.

“Alhamdulillah kalau Persebaya menang,” ujar Andik melalui pesannya Jumat (1/7).

Ketika mendengar nama Persebaya, memori Andik langsung kembali teringat saat-saat dia masih belum menjadi pemain. Andik dulunya seorang penjual es di Stadion Tambak Sari. Dia pun berharap klub berjulukan “Bajul Ijo” itu kembali berjaya.

“Semoga bisa kembali seperti dulu yang waktu saya pertama kali mengenal Persebaya. Waktu itu juga saya jual es di stadion.

“Saya sudah rindu kepada tim kebanggaan Persebaya dan sudah sangat rindu pada bonek mania dan juga Persebaya yang selalu mencetak bibit pemain muda,” kata Andik yang saat ini masih merumput di Liga Malaysia bersama Selangor FA.

PERSEBAYA – Gugatan PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) terkait logo, merek, dan nama Persebaya terhadap PT Persebaya Indonesia ditolak hakim. Keputusan itu disambut gembira oleh bonek yang ‘mengepung’ Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Ketua Majelis Hakim Ari Jiwantara didampingi dua hakim anggota Anne Rusiana dan Harijanto menolak gugatan karena pihak penggugat tidak bisa membuktikan gugatannya.

“Menolak gugatan pihak penggugat,” ujar Ari dalam putusannya di PN Surabaya, Kamis (30/6/2016).

Selain itu, fakta persidangan mengungkap bahwa merek, logo, dan nama Persebaya telah didaftarkan oleh PT Persebaya Indonesia ke Dirjen HAKI Kemenkumham.

Setelah putusan itu diumumkan ke massa bonek di luar PN Surabaya, riuhlah suasana. Ratusan bonek berteriak gembira dan melakukan sujud syukur. Mereka juga menyalakan kembang api tanda kemenangan.

Sebelum sidang, massa bonek memang telah berkumpul. Dimulai di Taman Apsari, massa bonek yang berjumlah ratusan orang itu melakukan konvoi menuju PN Surabaya. Massa bonek ‘mengepung’ PN Surabaya dan menutup Jalan Raya Arjuno yang ada di depan PN Surabaya.

Massa bonek memang ingin mengawal sidang. Dan lelah mereka terbayarkan dengan putusan hakim menolak gugatan PT MMIB. Itu berarti tak boleh ada yang menggunakan nama, logo, dan merek Persebaya selain PT Persebaya Indonesia.

“Perjuangan kami sudah selesai. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perjuangan kami,” ujar koordinator bonek, Andi Peci.

Selanjutnya Andi meminta agar massa bonek dengan tertib membubarkan diri dan tidak melakukan perbuatan anarki yang merugikan warga Surabaya sendiri.

Imbauan Andi direspons bonek dengan membubarkan diri secara tertib. Sambil membubarkan diri, massa bonek berjalan ke arah selatan dengan bernyanyi dan meneriakkan yel-yel ‘Salam Satu Nyali Wani’. Mereka juga menyalami polisi, TNI, dan Satpol PP yang sebelumnya ditugaskan mengawal sidang.

Sejak sekitar lima tahun terakhir ada dua klub yang menggunakan nama Persebaya. Salah satunya bernaung di bawah PT Persebaya Indonesia, yang bernama Persebaya 1927. Sementara yang lain adalah Persebaya yang dinaungi PT MMIB (PT Mitra Muda Inti Berlian).

Proses hukum untuk menuntaskan sengketa penggunaan nama dan logo Persebaya ini sudah berjalan sekitar tiga tahun. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES