PT KONTAK PERKASA FUTURES – Meski sudah diputuskan pengadilan, masalah Persebaya Surabaya belum juga tuntas. Mantan Ketum PSSI, Nurdin Halid, menilai statuta PSSI menjadi satu-satunya solusi.

Persoalan Persebaya ini sudah terjadi sejak PSSI dipimpin oleh Nurdin Halid di tahun 2010. Hingga federasi sepakbola Indonesia dua kali berganti ketua, masalahnya belum kelar.

Bahkan, dualisme Persebaya ini ini sampai mengganjal jalannya Indonesia Super Leagur (ISL) 2015. PSSI yang tetap membandel mengizinkan dua klub yang tak mendapatkan rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Persebaya dan Arema Cronus, terus ikut berkompetisi, akhirnya menjadi bumerang.

ISL 2015 tak boleh bergulir, hingga kompetisi pun akhirnya mandeg. Di level federasi, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya membekukan PSSI karena tak mengindahkan larangan pemerintah. Kompetisi tak berjalan, Indonesia akhirnya disanksi FIFA.

Di jalur hukum, Pengadilan Negeri Surabaya menolak gugatan PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) terkait logo, merek, dan nama Persebaya Surabaya. Mereka yang merasa memiliki semua itu kalah dari PT Persebaya Indonesia.

Agar Persebaya bisa berkompetisi lagi, Bonek melakukan unjuk rasa, Selasa (2/8/2016) di Stadion Tugu, Jakarta Utara. Mereka sudah mendapatkan garansi dari anggota komite eksekutif PSSI, Tony Apriliani, bahwa keanggotaan Persebaya di PSSI akan dipulihkan.

Mengenai Persebaya, Nurdin memberikan komentar. Dia bilang kalau sudah sesuai statuta PSSI, Persebaya harus diterima lagi sebagai anggota PSSI.

“Saya kira hal itu solusinya sangat sederhana, diselesaikan dengan statuta PSSI. Karena dalam statuta itu ada syarat-syarat keanggotaan, sanksi kalau ada pelanggaran dan sebagainya, kalau persoalan Persebaya diselesaikan sesuai statuta itu tak akan ada masalah,” kata Nurdin saat dimintai penjelasan oleh pewarta di sela-sela Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Rabu (3/8).

“Jadi keyakinan saya, semua itu tidak perlu diselesaikan sampai dibawa ke persoalan hukum atau lewat pengadilan. Di zaman saya statuta sudah diatur secara baik, istilahnya tinggal dieksekusi saja. Kalau (Persebaya) sudah sesuai statuta ya diterima saja,” imbuhnya.

Pihak Kemenpora lewat Deputi IV Bidang Olah Raga Prestasi, Gatot S. Dewa Broto, menegaskan akan menitipkan nasib Persebaya pada PSSI. Bukan di KLB kali ini, tapi kongres berikutnya.

“Kami titip kepada PSSI agar hak-hak yang mereka miliki untuk diperjuangkan. Persebaya 1927 itu bagian dari sejarah, bahasa kami PSSI agar membuka mata dan telinga,” kata Gatot.

“Untuk diketahui mereka tidak diundang untuk hari ini, semoga nanti menjadi catatan untuk kongres di bulan Oktober mendatang. Karena hari ini agendanya sudah jelas.”

“Kami tak bisa memaksakan, PSSI ini tolong diterima, Karena nanti kami bisa offside lagi,” imbuhnya.

Jalannya KLB PSSI saat ini masih terbebas dari aksi unjuk rasa para bonek. Mereka dilarang datang ke area kongres oleh pihak kepolisian, hingga cuma bertahan di sekitar stadion Tugu. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES