Perwakilan Indonesia Dalam Event Vainglory World Champions 2017 Gugur di Babak Awal | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Hari pertama gelaran Vainglory World Championship 2017 berlangsung panjang dan seru. Sayangnya tim Elite8 Esport sebagai perwakilan Indonesia gagal melanjutkan perjuangan ke babak selanjutnya.

Tim Elite8 Esports harus gugur di babak penyisihan grup. Sekadar informasi, tim yang beranggotakan Yoseph (ILOC), Fernanda (AnimeSaveMe), Baim (HundJaegers), Hein (officialhein) ini masuk dalam grup A, bersama dengan dua tim lainnya, yakni Cloud 9 (Amerika Utara) dan paIN Gaming (Amerika Selatan).

Dengan menggunakan sistem pertandingan Best of Two, lawan pertama yang harus dihadapi Elite8 Esports adalah Cloud 9, salah satu tim yang disegani di jagat Vainglory. Tim ini sudah menjadi juara dua kali berturut-turut di turnamen Amerika dan Eropa.

Menghadapi lawan yang memiliki popularitas tampaknya menjadi beban mental tersendiri bagi Elite8 Esports. Alhasil, mereka dibuat tak mampu berkutik selama dua ronde.

Menurut salah seorang analis Vainglory bernama Agus, sebagai tim kawakan mekanikal dan kekompakan dari Cloud 9 tidak diragukan lagi.

“Ronde pertama sebenarnya draft Elite8 Esports sudah bagus, cuma gameplay dari Cloud 9 yang selalu nge-push di jungle menjadi kendala. Jadi, buat ngimbangin agak sulit, sampai late game saja sulit,” ujarnya.

Tak cuma soal push, perbedaan level dan gold juga menjadi faktor utama kekalahan. Pada saat itu Eilte8 Esports memiliki perbedaan gold sampai 10.000.

“Itu (gold) berpengaruh. Jangakan 10.000, beda 5.000 gold saja berpengaruh,” lanjutnya.

Sementara itu, Yoseph salah seorang pemain dari Elite8 Esports yang kebetulan diposisikan sebagai cadangan mengakui bahwa timnya sudah kalah mental. Namun, dia pun merasa heran dengan permainan Cloud 9 yang terlihat serius.

“Biasanya mereka orang selalu mengaggap remeh musuh. Maksudnya suka build item aneh-aneh. Nge-troll lah istilahnya. Tapi ini tidak,” papar Yoseph.<

Hal ini mungkin, menurut Yoseph, karena mereka melihat negara-negara asia tiba-tiba galak. Tuan rumah pun mendadak bermain beringas.

“Sementara tim kita sendiri sudah kalah mental lebih dulu ketika berhadapan dengan Cloud 9,” paparnya.

Tak jauh berbeda dengan penampilan ketika melawan Cloud 9, permainan pasrah pun ditunjukan ketika melawan paIN Gaming di pertandingan kedua. Lagi-lagi mereka harus kalah dengan skor 2-0.

Elite8 Esports bukan satu-satunya tim yang gugur di babak penyisihan. Rox Armada (Korea Selatan) yang mantan juara dunia tahun lalu pun harus gugur, begitupula dengan Detonation Gaming. Tim yang gugur masing-masing mendapat hadiah USD 1.200 (Rp 16,2 juta). PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : inet.detik