KUALA LUMPUR, MALAYSIA - OCTOBER 25:  Valentino Rossi of Italy and Movistar Yamaha MotoGP celebrates the third place at the end of the MotoGP race during the MotoGP Of Malaysia - Race at Sepang Circuit on October 25, 2015 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)

KUALA LUMPUR, MALAYSIA – OCTOBER 25: Valentino Rossi of Italy and Movistar Yamaha MotoGP celebrates the third place at the end of the MotoGP race during the MotoGP Of Malaysia – Race at Sepang Circuit on October 25, 2015 in Kuala Lumpur, Malaysia. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)

 KontakPerkasa Futures, Dukungan untuk mencabut penalti Valentino Rossi lewat petisi kini mencapai ‘garis finis’. Target 500 ribu suara hampir terpenuhi dan tak akan butuh waktu lama sebelum benar-benar tercapai.

Seperti telah dikabarkan sebelumnya, Rossi kebanjiran dukungan lewat petisi online di situs change.org terkait hukuman penalti yang diterimanya usai MotoGP Malaysia. Petisi itu digagas seorang berkebangsaan Inggris bernama Nicholas Davis, ditujukan kepada Race Director Mike Webb, ofisial FIM dan UFIM, serta Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis.

Sampai dengan Kamis, (29/10/2015) pukul 07.00 pagi WIB, petisi itu telah ditandatangani oleh 495.577 orang. Artinya tinggal butuh 4.423 tanda tangan lagi untuk memenuhi target 500 ribu pendukung.

Penalti harus diterima Rossi karena dianggap bersalah dalam sebuah insiden yang berakhir dengan jatuhnya pebalap Repsol Honda Marc Marquez di putaran tujuh. Keduanya sempat saling bertarung ketat sejak putaran keempat, hingga kemudian insiden terjadi.

Pangkal masalahnya adalah sejak di MotoGP Australia sebelumnya Rossi merasa Marquez cuma ‘bermain-main’ dengannya untuk menghambat lajunya. Di lain sisi, hal itu memuluskan jalan Jorge Lorenzo untuk finis di depan Rossi.

Di sirkuit Sepang akhir pekan kemarin, keduanya kembali terlibat pertarungan. Rossi merasa Marquez melaju terlalu agresif dan mencoba menghambatnya. Lalu puncaknya di putaran ketujuh, pebalap 36 tahun itu mencoba menahan laju Marquez dengan mendesaknya ke bagian luar sebuah tikungan.

Keduanya lantas saling bersenggolan, di mana Rossi tampak menggerakkan kakinya. Gerakan itu menjadi awal mula dugaan Rossi menendang Marquez sampai terjatuh, tapi kemudian ditegaskan Race Director bahwa itu hanya sebuah respon atas sentuhan yang justru dilakukan lebih dahulu oleh Marquez.

Bagaimanapun, Rossi tetap diputuskan bersalah karena manuvernya menahan Marquez di bagian luar tikungan dan mendapatkan tiga poin penalti. Dengan total empat poin penalti, rider Movistar Yamaha itupun harus start dari posisi paling belakang pada seri terakhir di Valencia mendatang.

Hukuman ini membuat kans Rossi menjadi juara dunia mengecil. Saat ini dia masih memimpin klasemen dengan nilai 312, unggul tujuh angka dari rival terdekat sekaligus rekan setimnya, Jorge Lorenzo. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.