PT KONTAK PERKASA FUTURES – Musim lalu adalah musim muram bagi Chelsea. Mereka tidak hanya gagal mempertahankan gelar juara, melainkan terpelanting dari empat besar klasemen akhir. Chelsea harus puas mengakhiri Liga Primer Inggris 2015/2016 di peringkat 10.

Jauh sebelum itu pun mereka harus berjuang agar lolos dari zona degradasi. Ketika masih dilatih Jose Mourinho, Chelsea terjerembab di peringkat 15 klasemen sementara pada September sampai Oktober 2015.

Tidak kondusifnya Chelsea dimulai dari perselisihan antara Mourinho dengan Eva Caneiro yang menjadi dokter tim pada awal musim lalu. Kemudian tingkah laku Diego Costa di dalam mau pun luar lapangan selalu menjadi sorotan, diiringi dengan ketajamannya yang berkurang. Begitu juga berkurangnya kreativitas permainan Oscar dan Eden Hazard (pemain terbaik Liga Primer 2014/15), serta Cesc Fabregas dan Nemanja Matic tidak seagresif diri mereka di musim 2014/2015.

Kemerosotan Chelsea itu belum dilengkapi dengan pendatangan pemain yang gagal seperti Abdul Baba Rahman, Papy Djilobodji, dan Radamel Falcao, serta tidak baiknya performa pemain-pemain baru lainnya seperti Alexandre Pato, Asmir Begovic, Matt Miazga, dan Pedro Rodriguez. Beruntung, Guus Hiddink, yang didapuk menjadi manajer interim setelah Mourinho dipecat, bisa membuat Chelsea sedikit lebih baik.

Kendati demikian, jasa Hiddink tidak diperpanjang ketika berakhirnya musim lalu. Kemudian Antonio Conte ditunjuk menjadi manajer baru setelah menuntaskan tugasnya sebagai Pelatih kesebelasan negara Italia selama Piala Eropa 2016. Kedatangan Conte langsung dihadiahi dua pemain baru yang berkualitas, sesuatu yang tidak didapatkannya ketika melatih Juventus sehingga meninggalkan klub tersebut.

Pemain pertama adalah Michy Batsuayi yang didatangkan dari Olympique Marseille. Batsuayi adalah penyerang yang subur selama mengarungi Ligue 1 Prancis. Ia sudah menyarangkan 26 gol dari 62 laga selama dua musim di Marseille. Kemudian N’Golo Kante yang direkrut dari Leicester City.

Kante sendiri menunjukkan performa menjanjikan ketika masih memperkuat Caen. Lalu pindah ke Leicester City dan membantu kesebelasan itu menjuarai Liga Primer Inggris musim lalu. Ia pun menjadi pemain penting bagi timnas Prancis dengan membantu negaranya ke final Piala Eropa 2016.

Kualitas Pertahanan Antonio Conte Akan Dipertaruhkan

Prediksi formasi Conte dengan Chelsea agak sedikit di luar dugaan. Sebelumnya, diperkirakan jika ia akan mengandalkan formasi tiga bek bersama Chelsea, seperti ketika memimpin Juventus dan Italia. Namun, Conte justru menerapkan skema empat bek selama rangkaian ujitanding pramusim Chelsea. Formasi 4-1-4-1, 4-5-1, 4-2-3-1, 4-4-2 dan 4-3-3 yang bisa berubah menjadi 4-2-1-2-1 telah dicobanya selama ujitanding.

Tapi, pada intinya posisi penjaga gawang masih tetap dipercayakan kepada Thibaut Courtois. Sementara di lini pertahanan, Conte tetap menjaga duet Gary Cahill dengan John Terry jika belum mendapatkan bek tengah yang baru. Justru posisi full-back adalah hal dilematis bagi Conte dalam persiapannya. Apalagi sektor tersebut adalah masalah Chelsea sejak musim lalu.

Hal itu karena Chelsea tidak memiliki pelapis yang sepadan bagi Branislav Ivanovic di sisi kanan dan Cesar Azpilicueta di sisi kiri. Musim lalu, pelapis Ivanovic yang sepadan adalah ketika Azpilicueta digeser menjadi bek kanan. Kemudian full-back kiri sepeninggal Azpilicueta diisi Baba Rahman. Tapi, pengganti Azpilicueta tersebut dianggap masih kurang memuaskan.

Apalagi dengan musim ini yang memastikan Baba Rahman hengkang. Maka Chelsea masih membutuhkan full-back baru. Bahkan permainan Ivanovic, yang di awal kariernya berposisi sebagai bek tengah, sudah melamban dan tidak seagresif musim-musim sebelumnya. Sejauh ini Conte mencoba memaksimalkan Ola Aina sebagai fullback kanan. Tapi Aina masih sangat minim pengalaman karena usianya baru 19 tahun dan baru promosi dari kesebelasan reserve Chelsea.

Sementara Ivanovic justru tampil lebih baik ketika menjadi bek tengah dan itu terbukti pada musim lalu. Saat itu Ivanovic lebih sering dimainkan sebagai bek tengah oleh Hiddink. Opsi itu bisa menjadi alternatif Conte jika masih belum mendapatkan bek tengah baru, sambil menunggu sembuhnya cedera ligamen lutut yang diderita Kurt Zouma.

Untuk sektor bek tengah, pada posisi inilah yang membuat perburuan Conte untuk pemain baru masih belum selesai. Khusus sektor ini, Conte memanfaatkan pengetahuannya dari Liga Italia. Maka dari itu mayoritas pemain incarannya berasal dari kesebelasan-kesebelasan Serie A. Hal itulah yang membuatnya merelakan John Stones (diincar Chelsea sejak musim lalu) hengkang ke Manchester City dan Skhodran Mustafi yang dipertahankan Valencia.

Conte memiliki incaran lain yaitu Kalidou Koulibaly dan Kostas Manolas. Kedua pemain itu berkarier di kesebelasan papan atas Serie A, yaitu masing-masing dan berturut-turut dari Napoli dan AS Roma. Sementara Conte juga memiliki incaran dari liga lain yaitu Victor Lindelof dari Benfica. Tapi klausul pelepasan Lindelof terbilang mahal untuk ukuran bek muda. Ini yang akhirnya membuat nama Lamine Kone dari Sunderland juga muncul.

Untuk lini tengah, Conte bisa dibilang tidak terlalu khawatir karena bergabungnya Kante. Kedatangannya semakin memperkuat sektor gelandang Chelsea yang sudah ada Fabregas, John Obi Mikel, dan Nemanja Matic. Belum lagi dengan nama-nama potensial seperti Nathaniel Chalobah, Marco van Ginkel, Mario Pasalic, dan tidak ketinggalan, yang paling menjanjikan adalah Ruben Loftus-Cheek.

Hanya saja Conte harus was-was karena Matic yang mulai gerah karena kedatangan Kante. Posisinya sebagai gelandang bertahan terancam dengan kegemilangan Kante selama musim lalu dan Piala Eropa 2016. Kendati demikian, Conte pernah menegaskan jika Matic masuk ke dalam rencananya musim ini. Diperkirakan jika lini tengah bisa menjadi milik trio Fabregas, Kante, dan Matic.

Sektor gelandang serang tengah pun masih aman karena keberadaan Oscar. Rasanya Marko Marin pun masih potensial untuk masuk ke dalam skema Conte musim depan. Tapi, nampaknya pada posisi gelandang serang tidak akan terlalu dimaksimalkan Conte, apalagi isu Chelsea mencari pemain baru di posisi itu tidak terlalu terdengar.

Begitu juga dengan posisi winger yang memiliki banyak stok pemain mumpuni seperti Christian Atsu, Eden Hazard, Lucas Piazon, Pedro Rodriguez, Victor Moses, dan pemain terbaik Chelsea musim lalu, Willian. Sektor ini sama lengkapnya dengan banyaknya pilihan penyerang karena keberadaan Diego Costa, Batsuayi, Loic Remy, dan Bertrand Traore. Costa bahkan diisukan hengkang. Maka dari itu Conte mengincar Romelu Lukaku dari Everton, pemain yang pernah diincarnya sewaktu masih membesut Juventus.

Tapi yang jelas, Conte akan kebingungan memilih antara Costa dengan Batsuayi. Keduanya memiliki gaya permainan yang hampir sama, bagus dalam penempatan posisi menyelesaikan peluang dan kuat dalam duel udara. Hanya saja Costa harus berhati-hati dengan tingkahnya karena Conte tidak terlalu suka dengan pemain bengal. Atas dasar itulah ia tidak memanggil Mario Balotelli dan Antonio Cassano ke skuat Italia pada Piala Eropa 2016.

Dan hal yang menarik dari Conte selama pramusim (5 kali menang, 2 kali kalah) adalah melakukan eksperimen posisi pemain untuk Chelsea. Traore, Matic, Moses, dan Kante sempat menjalani posisi yang tidak seperti biasanya. Sementara untuk formasi dan susunan pemain, berikut perkiraannya sesuai dengan skuat Chelsea sejauh ini. Formasi dan susunan masih bisa berubah jika ada pemain baru.

Syarat Agar Conte Kembalikan Chelsea ke Empat Besar

Debut Conte bersama Chelsea tidak menyenangkan bagi para pendukung klub tersebut. Sebab mereka ditaklukan SK Rapid Vienna pada laga ujitanding pramusim. Tapi, rasa tak menyenangkan itu tidak dirasakan mantan pelatih Siena itu. Sebab kekalahan atas Vienna justru membuatnya menemukan masalah yang harus diperbaiki di Chelsea. Ia sendiri tidak memaparkan apa masalah yang ditemukan di kesebelasan barunya tersebut.

Tapi yang jelas, kekalahan itu membuat Chelsea lebih sulit ditaklukan di tangan Conte. Lima partai selanjutnya berjalan lebih baik. Kesebelasan berjuluk The Blues itu cuma kalah satu kali, yaitu saat mereka takluk 2-3 dari Real Madrid di Ann Arbor, Michigan (International Champions Cup Amerika Serikat). Sisanya diakhiri dengan kemenangan atas Wolfsberger AC, Atus Ferlach, Liverpool, AC Milan, dan Werder Bremen.
Tapi, lagi-lagi hal yang disorot adalah soal pertahanan.

Tiga partai terakhir gawang Chelsea selalu kebobolan. Total, mereka kebobolan lima kali dari tiga laga terakhir ujicoba pramusim. Dan kebobolan itu terjadi sejak stok lini belakang Chelsea menipis karena melepaskan Djilobodji, Baba Rahman, Nathan Ake, dan Tomas Kalas.

Maka dari itu, sekali lagi, Chelsea membutuhkan pembenahan di lini belakangnya. Setidaknya Conte harus menambah pemain baru pada posisi bek tengah dan fullback. Apalagi bukan tidak mungkin sewaktu-waktu Conte bisa saja menerapkan formasi tiga bek yang membututuhkan bek lebih banyak.

Conte memang mempertontonkan pertahanan yang luar biasa ketika membesut Italia di Piala Eropa 2016. Tapi, jika situasi seperti tiga ujitanding pramusim terakhir masih belum dibenahi, akan sulit mengembalikan Chelsea ke empat besar Liga Primer Inggris. Mengingat para pesaing-pesaingnya terus melakukan pembenahan. Jika pembenahan lini belakang berhasil dilakukan, setidaknya ada sinyal bahaya yang dikembalikan Conte untuk Chelsea sebagai kandidat juara Liga Primer Inggris 2016/2017.  (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES