PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Pound rontok kuat dengan jatuh di sesi Asia pada hari Jumat ini setelah referendum Inggris Raya yang memilih untuk tetap atau pergi dari Uni Eropa, muncul dengan margin suara tipis dalam perdagangan yang volatil di pasar.

GBP/USD jatuh hebat 4,55% ke 1,1497 sebagai hasil tergantung pada keseimbangan, sementara euro anjlok 1,67% ke 1,1193. USD/JPY tenggelam 1,83% ke 104,28 yang dianggap investor sebagai mata uang safe-haven dan AUD/USD tergerus 1,59% ke 0,7496.

Hasil awal dalam referendum Inggris Raya tentang keanggotaannya di Uni Eropa mengguncang pasar sebelumnya, meyakinkan kampanye Tetap di jalan menuju kemenangan.

Guncangan datang setelah kemenangan telak untuk “Pergi” di Sunderland, timur laut Inggris, dan juga “Tetap” hanya menang tipis di Kota tetangga Newcastle. Hasil tersebut lebih kuat daripada hasil “Pergi” yang diharapkan pakar, tetapi itu mungkin hanya menjadi indikator awal pola suara wilayah yang sangat beragam.

Pergi memenangkan 61,3% suara di Sunderland dan 49,3% di Newcastle.

Para pemimpin politik dan pejabat, dengan pengecualian dari pemimpin Partai Kemerdekaan Inggris Nigel Farage, menghindari peramalan hasilnya.

“Saya berpikir bahwa “Tetap” mungkin hanya panggilannya,” kata Farage.

Bukti kampanye menunjukkan bahwa London telah solid mendukung Tetap. Berlawanan dengan hal ini sudah ada banyak anekdot politisi Partai Buruh yang tidak bahagia, telah melihat jumlah pemilih Pergi kuat di beberapa wilayah penting tradisional utara.

Pemimpin Partai Buruh mendukung Tetap, sementara pimpinan konservatif mempelopori kampanye Pergi.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 1,68% ke 94,90.

Semalam, sterling dan euro mundur kembali dari level tertinggi hari Kamis kemarin di tengah kegelisahan atas hasil referendum bersejarah di Inggris Raya apakah harus tetap di Uni Eropa.

Pound mencapai level tertinggi hari ini setelah jajak pendapat, yang dilakukan oleh perusahaan poling Ipsos MORI untuk koran Evening Standard, menunjukkan bahwa kampanye “Tetap” memimpin perolehan suara dalam referendum tersebut.

Poling Ipsos MORI menunjukkan bahwa 52% pemilih ingin tetap di Uni Eropa, dibandingkan dengan 48% mendukung kampanye “Pergi”.

Sterling terdorong naik pada hari Rabu kemarin setelah jajak pendapat menunjukkan bahwa dukungan untuk kampanye “Tetap” beranjak memimpin.

TPS akan ditutup pada pukul 04.00 WIB, Jumat pagi, dan hasil akhir sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat siang.

Para investor khawatir bahwa voting Brexit akan memukul saham global, obligasi dan mata uang, khususnya pound, dan beberapa analis memperkirakan bisa merosot sebesar 15%.

Reuters melaporkan pada hari Kamis ini bahwa pemimpin keuangan dunia pendiri negara G7 akan mengeluarkan pernyataan yang menekankan kesiapan mereka untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menenangkan pasar dalam hal voting Brexit.

Lembaga pemeringkat Standard and Poor mengatakan hari Kamis ini juga bahwa peringkat kredit Inggris, AAA, akan diturunkan dalam waktu singkat jika Inggris Raya memutuskan untuk keluar.

Di AS, data menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal turun kurang dari yang diperkirakan pekan lalu.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan jumlah klaim pengangguran awal jatuh ke 259.000 dalam pekan yang berakhir 18 Juni, dari 277.000 minggu sebelumnya. Ini merupakan penurunan terbesar sejak Februari dan tidak jauh dari level terendah 43 tahun yang terjadi pada bulan Maret.

Para ekonom telah memperkirakan penurunan lebih ringan sekitar 270.000. Laporan lain menunjukkan bahwa penjualan rumah baru AS turun 6,0% pada bulan Mei, setelah mencapai level tertinggi lebih dari delapan tahun di bulan April. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES