Prediksi Meleset, Dolar Australia Melonjak ke Level Juli Tertinggi KontakPerkasa Futures, Kenaikan dolar Australia selama sebulan terakhir berlainan denga prediksi, membawa mata uang negara beribukotakan Canberra ini ke peringkat teratas sebagai komoditas dengan kenaikan tertinggi, volatilitas jatuh dan bank sentral berada di sela-sela untuk mendorong permintaan.

Hanya satu dari lebih dari 50 pengamat memprediksi Aussie akan menguat di kuartal kedua setelah menguat terhadap semua mata uang utama sejak awal Februari untuk mencapai posisi tujuh bulan pada hari Jumat. Mata uang melemah pada hari Senin setelah target China defisit menambah kekecewaan beberapa investor di pasar yang mengharapkan sinyal stimulus yang lebih agresif dari mitra dagang terbesar Australia itu, National Australia Bank Ltd mengatakan. Pedagang akan mencermati komentar dari Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe Selasa nanti sebagai tanda-tanda bahwa penguatan mata uang mulai membuat pembuat kebijakan kesulitan.

Aussie berada di level 74,09 sen pada pukul 09:15 pagi waktu Tokyo, turun 0,4 persen dari level hari Jumat, saat menyentuh level 74,43 sen, yang merupakan level terbesar sejak Juli. Mata uang negeri kangguru ini telah memperoleh 4,8 persen pada bulan lalu. mata uang akan melemah ke level 69 sen pada 30 Juni, menurut median estimasi Bloomberg.

Anggota dewan RBA John Edwards bulan lalu mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Aussie terlalu kuat dan dia akan lebih nyaman dengan tingkat sekitar 65 sen. Dia menambahkan bahwa ia tidak percaya diri pada penurunan ke tingkat itu akan terjadi, menurut laporan tersebut. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.