Preview Brasil vs Kolombia Rodriguez dan Cuadrado Mengancam 'Kenari Kuning'Jakarta – Brasil akan saling beradu dengan Kolombia di babak perempatfinal. Pertahanan Yellow Canaries (si Kenari Kuning) yang kerap rapuh harus mewaspadai kecepatan sayap-sayap Los Cafeteros, James Rodriguez dan Juan Cuadrado.

Brasil punya nama besar, pemain kelas dunia, dan puluhan ribu pendukung yang siap memenuhi stadion. Tapi, bukan berarti beban Selecao lebih ringan. Lihat saja pertandingan melawan Chile pada babak 16 besar.

Kepastian lolosnya Selecao baru terjawab lewat penendang kelima dalam sebuah drama adu penalti. Katanya sesuatu yang berharga akan sulit didapatkan, dan kali ini Brasil membuktikan ucapan tersebut. Menjadi juara di tanah sendiri tidak dilakukan Neymar dkk dengan cara mudah.

Meski lolos ke perempatfinal, performa Brasil tak bisa dikatakan sempurna. Pada pertandingan lalu mereka begitu kewalahan mengantisipasi lini tengah Chile. Permainan Brasil menjadi monoton karena mereka dipaksa melakukan umpan-umpan lambung.

Kondisi ini berbeda dengan Kolombia. Pertandingan menghadapi Uruguay seolah jadi panggung pertunjukan skuat asuhan Jose Pekerman tersebut. Uruguay dipaksa bermain bertahan sembari menyaksikan Cuadrado dan Rodriguez menguasai lini tengah mereka.

Tapi bukan berarti langkah Kolombia akan melaju dengan mulus. Bagaimana pun juga, Brasil adalah lawan tangguh bagi semua tim yang berlaga di Piala Dunia. Melawan Brasil adalah melawan 10 pemain bintang dan satu Neymar, yang acap kali jadi penentu hasil akhir pertandingan. Maka dari itu jika Kolombia mampu mengisolasi Neymar, niscaya langkah untuk melaju ke semifinal makin terbuka lebar.

Kolombia juga mesti ingat bahwa mereka menyisakan masalah di lini belakang. Aktifnya Pablo Armero membantu serangan bukan tidak mungkin jadi kelemahan yang siap dieksploitasi Hulk yang bergerak dari sisi kanan.

Saat berhadapan dengan Chile, Hulk jadi salah satu pemain yang bersinar dan mampu mengangkat performa anak-anak asuh Luiz Felipe Scolari tersebut. Pemain Zenit St. Petersburg itu mampu membuktikan kapasitasnya sebagai pemain sayap yang berkualitas, meski berposisi asli sebagai striker.

Mengubah Cara Bermain Poros Ganda

Big Phil tidak bisa menurunkan Luiz Gustavo di lini tengah karena akumulasi kartu kuning dalam pertandingan menghadapi Chile dan Kroasia. Padahal, peran Gustavo sangat vital untuk membantu lini pertahanan Brasil. Keberadaan pemain Wolfsburg ini membuat Paulinho atau Fernandinho lebih fokus untuk membantu serangan.

Paulinho dan Fernandinho sendiri pernah dipasangkan Scolari kala pertandingan menghadapi Afrika Selatan. Keduanya memiliki kemampuan menyerang dan mengalirkan bola yang sama baiknya.

Maka, kehilangan Gustavo bisa jadi menghadirkan berkah tersendiri bagi Brasil, karena duet Paulinho dan Fernandinho akan mengubah cara bermain lini tengah Brasil. Ketika memainkan Gustavo, Brasil memang cenderung bertahan sehingga tidak ada suplai yang cukup bagi Neymar-Oscar-Hulk dan Fred di lini depan.

Kala menghadapi Chile, misalnya. Neymar yang diplot untuk duet dengan Fred menjadi tidak maksimal perannya karena ia mesti turun untuk menjemput bola. Hal ini bisa teratasi, karena Paulinho dan Fernandinho memiliki kelebihan dalam menggiring dan mendistribusikan bola. Keduanya mampu untuk mengubah cara bermain Brasil dengan meminimalisir umpan-umpan lambung.

Scolari sebenarnya memiliki Hernanes yang juga mampu mengontrol lini tengah mereka. Namun, menampilkan Hernanes akan menjadi persoalan sendiri. Hernanes tidak begitu disiplin dalam bertahan. Tanpa didampingi Gustavo, lini tengah Brasil malah akan jadi rawan.

Sisi Kiri yang Tak Dominan

Dampak dari kehilangan Gustavo adalah tidak akan maksimalnya poros Marcelo – Neymar. Pasalnya Gustavo mampu menutup sisi Marcelo yang biasa naik untuk menyokong Neymar kala menyerang. Kehilangan Gustavo tentu akan membuat beban Marcelo makin berat. Ia mesti membantu serangan, tapi tetap fokus untuk bertahan. Akibatnya, serangan lewat sisi kiri tidak akan begitu dominan.

Padahal, sisi ini merupakan sisi yang menjadi awal mula serangan Brasil. Saat menyerang, Marcelo dan David Luiz kerap bertukar posisi. Jika Luiz yang ikut membantu serangan, maka Marcelo akan menutup pos yang ditinggalkan Luiz. Namun, pola seperti ini tampaknya akan sulit untuk diulangi.

Ancaman Kolombia sangatlah nyata. Big Phill tak akan mau ambil resiko dengan membebaskan Luiz untuk menyerang. Jika ini terjadi, praktis hanya Dani Alves dan Thiago Silva yang tertinggal di lini pertahanan Brasil.

Brasil kemungkinan akan memulai serangannya lewat sisi kanan yang dihuni Hulk. Atau, jika memungkinkan, Oscar akan digeser ke kanan, dan Hulk pindah ke kiri. Sementara Neymar akan menyokong Fred dari tengah.

Hulk ataupun Oscar dapat memanfaatkan celah yang ditinggalkan bek kiri Chile, Pablo Armero, yang kerap naik membantu serangan. Sisi ini menjadi terbuka, karena Rodriguez (sayap kiri) pun lebih berorientasi menyerang ketimbang bertahan.

Andalkan Kecepatan

Dari empat laga Piala Dunia yang telah dijalani, terlihat benar Kolombia amat mengandalkan kecepatan sebagai senjata untuk menyerang. Mereka memiliki Armero dan Juan Camilo Zuniga yang berperan sebagai fullback. Keduanya sering tak bisa diprediksi saat melakukan serangan. Saat menghadapi Yunani misalnya. Armero tiba-tiba sudah berada di depan kotak penalti untuk mencetak gol pertama Kolombia.

Anehnya, keduanya jarang melepaskan umpan silang. Jumlah umpan silang Armero dan Zuniga masing-masing tak pernah lebih dari empat dalam satu pertandingan. Jumlah terbanyak dilakukan Armero saat menghadapi Pantai Gading dengan tiga umpan silang.

Dari sini bisa terlihat bahwa para pemain Kolombia cukup cerdas untuk tidak memberi bola lambung bagi para strikernya. Baik Teofilo Gutierrez maupun Jackson Martinez lebih fasih dalam menendang bola, ketimbang menyundulnya.

Ini akan bermanfaat kala menghadapi Brasil. Dua bek tengah Brasil yang dihuni Silva dan Luiz akan dengan mudah mematahkan umpan-umpan lambung seperti itu. Hal yang sama mereka lakukan kala menghadapi Meksiko di babak grup. Dua bek Brasil tersebut tak pernah membiarkan bola masuk ke dalam area kotak penalti mereka.

Kolombia bisa memanfaatkan hal ini dengan melakukan akselerasi ke lini tengah. Caranya adalah dengan bermain di sisi sayap, untuk kemudian menusuk ke tengah. Cuadrado akan diandalkan untuk menunaikan tugas ini.

Bersama Rodriguez, ia akan menyisir area sayap Kolombia. Kemampuan Individu Rodriguez diharapkan mampu untuk membongkar pertahanan Brasil.

Memasang Dua Penyerang

Pekerman sepertinya akan kembali memasang Martinez dan Teo Gutierrez secara bersamaan. Ini juga dilakukan Pekerman kala menang 2-0 atas Uruguay. Martinez adalah striker yang tajam dengan dua gol ke gawang Jepang.

Saat menghadapi Uruguay, duetnya bersama Gutierrez mampu memecahkan konsentrasi bek Uruguay. Ini dilakukan dengan bermain melebar, sehingga memancing bek Uruguay terbawa ke sisi lapangan dan celah pertahanan Uruguay terbuka. Akibatnya Rodriguez mampu memanfaatkan kelengahan tersebut menjadi gol.

Memasang dua penyerang juga akan membuat pertahanan Brasil kelimpungan. Ini juga terlihat di pertandingan terakhir Brasil kala menghadapi Chile. Bedanya, kali ini lini tengah Kolombia dihuni oleh pemain yang memiliki kolektivitas permainan yang lebih baik ketimbang Chile. Kala itu, dua penyerang Chile malah memberikan keleluasaan bagi Brasil untuk menyerang. Lini tengah Chile tak mampu mengalirkan bola pada duet tersebut.

Lain hal dengan Kolombia. Mereka memiliki Cuadrado dan Rodriguez yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Dua pemain tengah mereka, yaitu Carlos Sanchez dan Abel Aguilar diproyeksikan akan mampu menyokong peran serta Gutierrez dan Martinez.

Jika Martinez bermain melebar, maka Rodriguez bisa melakukan tusukan ke sayap. Ibaratnya, pergerakan pemain Kolombia ini bukan untuk mendapatkan bola, melainkan memancing pertahanan lawan agar tercipta celah yang bisa dimanfaatkan lini kedua Kolombia.

Prediksi

Dari tiga pertemuan terakhir antar keduanya dalam tujuh tahun terakhir, selalu tercipta hasil imbang. Meski di atas kertas memiliki skil individu yang jauh lebih tinggi ketimbang Kolombia, namun Brasil selalu kesulitan untuk membongkar lini pertahanan Kolombia.

Kolombia saat ini dihuni pemain-pemain yang memiliki kemampuan individu yang mentereng. Bahkan di lini tengah, kolektivitas Sanchez dan Aguilar sepertinya akan lebih dominan ketimbang duet Fernandinho dan Paulinho.

Melihat penurunan performa Selecao di pertandingan terakhir menghadapi Chile, dan hilangnya Gustavo akan berdampak besar, tampaknya akan sulit untuk mengunggulkan Brasil di pertandingan nanti malam. Kolombia bisa saja mencatatkan sejarah baru dengan mencoreng arang di wajah Brasil.

Jika tidak ingin ini terjadi, maka Paulinho-Fernandinho mesti memainkan peran dengan sempurna. Keduanya harus bisa menyokong suplai bola bagi lini serang Brasil, tapi juga menutupi ruang yang ditinggalkan poros Marcelo-Neymar. Bila ini gagal, maka Brasil tinggal berharap pada kartu AS mereka, sang juru selamat bernama Neymar.

Artikel: kontakperkasa futures.