PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Harga emas reli ke level tertinggi dua tahun pada hari Jumat setelah hasil referendum Inggris Raya yang mengejutkan keluar dari Uni Eropa, dengan investor membanjiri emas batangan dan aset safe haven lainnya.

Emas untuk pengiriman Agustus di divisi Comex Bursa Perdagangan New York menetap di $1,318.50 per troy ounce, naik 4,39% setelah mencapai puncak $1,358.20. Keuntungan emas terbesar dalam satu hari sejak September 2013 dan penutupan tertinggi sejak Agustus 2014.

Hasil referendum antar pemilih hampir 52% vs. 48% yang selesai dihitung di hari Jumat.

Perdana Menteri Inggris David Cameron, mendukung kampanye Tetap yang gagal, mengundurkan diri setelah hasil akhir referendum diumumkan.

Keputusan tersebut meningkatkan kekhawatiran atas prospek ekonomi global dan memicu penurunan bersejarah pada saham dan mata uang.

Logam mulia ini naik hampir 25% sepanjang tahun ini, didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan global dan penerapan suku bunga negatif oleh bank sentral.

Emas juga telah didorong oleh pemangkasan proyeksi jumlah kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve yang direncanakan di tahun ini.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung membantu emas, dengan emas terus berjuang untuk bersaing dengan aset investasi terkait imbal hasil saat suku bunga naik.

Pada minggu ke depan, volatilitas pasar diperkirakan akan tetap tinggi setelah pasar saham global bergejolak dengan menderita kerugian lebih dari $2 triliun nilainya pada hari Jumat lalu dan pound jatuh berkurang 10%.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara di konferensi bank sentral ECB di Portugal pada hari Rabu, dengan investor terus mencari indikasi tentang bagaimana Brexit akan mengubah prospek ekonomi AS dan kebijakan suku bunga.

AS akan merilis perkiraan revisi pertumbuhan kuartal pertama, Selasa.

Menjelang minggu mendatang, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Senin, 27 Juni

Selandia Baru akan merilis data neraca perdagangan.

Selasa, 28 Juni

AS akan merilis data final pertumbuhan kuartal pertama serta laporan kepercayaan konsumen sektor swasta.

Rabu, 29 Juni

Jepang akan merilis data penjualan ritel.

Di zona euro, Jerman dan Spanyol akan menghasilkan perkiraan awal inflasi konsumen.

Inggris Raya akan merilis data pada pinjaman neto.

AS akan melaporkan pendapatan dan belanja pribadi serta penjualan rumah tertunda.

Ketua Fed Janet Yellen dan kepala bank sentral lainnya akan menghadiri konferensi bank sentral ECB di Portugal.

Kamis, 30 Juni

Jerman akan melaporkan perubahan pengangguran.

Inggris Raya akan merilis data transaksi berjalan.

Kawasan euro akan mengungkap perkiraan inflasi awal untuk bulan Juni.

ECB akan mempublikasikan risalah pertemuan terbaru.

Kanada akan melaporkan pertumbuhan bulanan PDB.

AS akan merilis data klaim pengangguran.

Jumat, 1 Juli

Jepang akan merilis data pengeluaran rumah tangga, inflasi serta aktivitas sektor manufaktur dan jasa.

China akan merilis data resmi aktivitas sektor manufaktur dan jasa serta indeks manufaktur Caixin sektor swasta.

Inggris Raya akan merilis data aktivitas manufaktur.

Institute of Supply Management akan melaporkan aktivitas manufaktur AS. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES