PT KONTAK PERKASA  – Dolar AS bergerak melemah terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat lalu, tetapi tetap dekat dengan level tertinggi 14 tahun akibat kenaikan suku bunga AS pertama kalinya dalam setahun dan prospek Federal Reserve yang lebih agresif pada tahun 2017 terus memberikan dukungan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lain, turun 0,1% ke 102,92 pada akhir Jumat lalu, tidak jauh dari puncak Kamis di 103,55, level yang tidak terlihat sejak Desember 2002.

Untuk minggu lalu, indeks telah naik 1,3%. Greenback melonjak setelah Fed menaikkan suku bunga pada Rabu dini hari pekan lalu dan isyaratkan ekspektasi kenaikan suku bunga tahun 2017 yang lebih cepat daripada yang diantisipasi sebelumnya.

Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun 2017, naik dari dua kenaikan yang diperkirakan pada bulan September.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan dolar dengan membuat mata uang tersebut lebih menarik menghasilkan keuntungan bagi investor.

Terhadap yen, dolar jatuh ke 117,94 pada hari Jumat, mundur kembali dari puncak 11 bulan Kamis 118,65 setelah serangan profit taking beraksi. Pasangan ini naik 2,2% pada minggu lalu.

Sementara itu, euro memantul dari terendah Jumat 1,0365, level terlemah sejak bulan Januari 2003, berakhir di 1,0450 pada akhir Jumat. Pada minggu lalu, pasangan ini kehilangan 1,1%.

Dalam seminggu ke depan, pelaku pasar akan mengamati rilis pembacaan akhir produk domestik bruto AS kuartal ketiga Kamis untuk indikasi baru kekuatan ekonomi dan petunjuk lebih lanjut tentang jalur masa depan kebijakan moneter.

Sementara itu, pelaku pasar akan menunggu pengumuman kebijakan moneter dari Bank of Japan pada hari Selasa, dengan sebagian investor mengharapkan bank sentral tersebut pertahankan suku bunga negatif dan target imbal hasil 10 tahun obligasi pemerintah yang stabil.

Menjelang minggu ini dimulai, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Senin, 19 Desember

Selandia Baru akan menghasilkan data kepercayaan bisnis sektor swasta.

Di zona euro, Ifo Institute akan melaporkan iklim bisnis Jerman.

Selasa, 20 Desember

Reserve Bank of Australia akan mempublikasikan risalah pertemuan kebijakan moneter terbaru, memberikan investor wawasan tentang bagaimana para pejabat melihat ekonomi dan pilihan kebijakannya.

Bank of Japan akan mengumumkan suku bunga acuan dan mempublikasikan pernyataan suku bunganya, mengurai kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan moneter tersebut. Pengumuman itu akan diikuti dengan konferensi pers.

Kanada akan mempublikasikan laporan penjualan grosir.

Rabu, 21 Desember

Selandia Baru akan merilis data neraca perdagangan.

Inggris Raya akan mempublikasikan data pinjaman sektor publik.

AS akan merilis data penjualan rumah lama.

Kamis, 22 Desember

Selandia Baru akan mempublikasikan data pertumbuhan kuartal ketiga dan angka transaksi berjalan.

AS akan menghasilkan data pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga, klaim pengangguran awal, pesanan barang tahan lama dan pengeluaran pribadi.

Kanada akan merilis data penjualan ritel dan inflasi.

Jumat, 23 Desember

Pasar keuangan di Jepang akan ditutup untuk hari libur nasional.

Inggris Raya akan melaporkan transaksi berjalan dan publikasikan data revisi pertumbuhan kuartal ketiga.

Kanada akan mempublikasikan data pertumbuhan ekonomi.

AS akan akhiri minggu dengan data penjualan rumah baru dan sentimen konsumen. (hnm) – PT KONTAK PERKASA