PT KONTAK PERKASA FUTURES – Dolar naik ke level tertinggi April 2003 terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat dalam reli yang didorong oleh pemilihan presiden AS dan harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga di bulan depan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di 101,41, Jumat, penutupan tertinggi sejak April 2003.

Indeks tersebut telah meningkat sekitar 3,0% sepanjang bulan ini menyusul hasil pemilihan presiden AS, mengikuti peningkatan imbal hasil Treasury AS dengan harapan bahwa rencana Presiden terpilih Donald Trump untuk meningkatkan belanja fiskal dan memotong pajak akan memacu pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Pertumbuhan yang lebih cepat akan memicu inflasi, yang pada gilirannya akan mendorong the Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter dalam tingkat yang lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya.

Reli dolar juga telah didorong oleh spekulasi bahwa bank sentral AS hampir pasti akan menaikkan suku bunga di bulan depan.

Ketua Fed Janet Yellen, Kamis menegaskan bahwa kenaikan suku bunga “juga bisa menjadi tepat relatif dengan segera.”

Investor telah memberi kesempatan 95,4% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed bulan Desember; berdasarkan dana federal berjangka terpantau oleh Perangkat Monitor Suku Bunga Fed.

Harapan suku bunga yang lebih tinggi biasanya meningkatkan dolar dengan membuatnya lebih menarik menghasilkan keuntungan bagi investor.

Euro jatuh ke posisi terendah 11 bulan terhadap dolar pada hari Jumat, dengan EUR/USD di 1,0588 pada akhir perdagangan. Untuk minggu lalu pasangan tersebut turun 2,16%.

Dolar naik ke level tertinggi lima setengah bulan terhadap yen, dengan USD/JPY naik 0,71% di 110,89 pada akhir perdagangan.

Safe haven tradisional franc Swiss jatuh ke posisi terendah sembilan bulan terhadap greenback, dengan USD/CHF menyentuh level tertinggi di 1,0122, sebelum menarik mundur ke 1,0099 di akhir Jumat.

Sterling merosot ke posisi terendah dua minggu, GBP/USD turun 0,61% di 1,2344.

Dalam seminggu ini, volume perdagangan diperkirakan akan tetap tipis karena libur Thanksgiving, Kamis dan sesi perdagangan yang dipersingkat pada hari Jumat.

AS akan merilis data pesanan barang tahan lama, klaim pengangguran dan penjualan rumah baru menjelang libur tersebut, Rabu.

Data survei kegiatan usaha sektor swasta zona euro, juga dirilis pada hari Rabu yang akan diawasi ketat mengenai indikasi baru kesehatan blok ekonomi tunggal mata uang tersebut.

Menjelang minggu ini dimulai, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Senin, 21 November

Kanada akan mempublikasikan data penjualan grosir.

Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan bertestimoni tentang Laporan Tahunan bank sebelum Parlemen Eropa, di Strasbourg.

Selasa, 22 November

Selandia Baru akan mempublikasikan data penjualan ritel.

Inggris akan melaporkan pinjaman sektor publik.

Kanada akan merilis data penjualan ritel.

AS akan menghasilkan laporan penjualan rumah lama.

Rabu, 23 November

Pasar keuangan di Jepang akan tetap ditutup libur.

Selandia Baru akan melaporkan inflasi harga produsen.

Di Inggris, Kanselir Philip Hammond akan menyampaikan pernyataan anggaran musim gugurnya kepada parlemen.

Zona euro akan merilis data survei aktivitas sektor swasta.

AS akan merilis data pesanan barang tahan lama, klaim pengangguran awal, penjualan rumah baru dan laporan sentimen konsumen direvisi.

Kemudian pada hari itu, Fed akan mempublikasikan risalah pertemuan bulan November.

Kamis, 24 November

Ifo Institute akan merilis data iklim bisnis Jerman.

Pasar keuangan di AS tetap ditutup libur Thanksgiving.

Jumat, 25 November

Jepang akan merilis data inflasi harga konsumen.

Inggris Raya akan mengakhiri minggu dengan data revisi pertumbuhan kuartal ketiga. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES