PT KONTAK PERKASA FUTURES – Dolar AS sedikit pulih terhadap enam mata uang utama lainnya pada hari Jumat, tetapi tetap berada di dekat level terendah dua minggu dengan para pedagang terus mencerna pengumuman kebijakan Federal Reserve dan Bank of Japan.

The Fed pertahankan suku bunga tidak berubah pada akhir pertemuan kebijakannya di hari Rabu, tetapi mengisyaratkan bahwa kenaikan bisa datang pada bulan Desember jika pasar tenaga kerja terus membaik.

Pada saat yang sama, bank sentral AS tersebut juga memangkas jumlah ekspektasi kenaikan suku bunga di tahun depan dan tahun 2018, berdasarkan proyeksi median perkiraan yang dirilis bersama dengan pernyataan pasca-pertemuan.

The Fed memiliki pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada awal November dan pertengahan Desember. Ekonom percaya pembuat kebijakan akan menghindari kenaikan suku bunga pada bulan November karena pertemuan tersebut jatuh tepat hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden AS.

Pasar saat ini menghargai kesempatan 13% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan November, menurut Perangkat Pemantau Suku Bunga Fed. Untuk bulan Desember, kemungkinan mencapai sekitar 55%.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik tipis 0,1% pada hari Jumat untuk mengakhiri minggu di 95,40, tidak jauh dari terendah dua minggu hari sebelumnya di 94,94.

Indeks tersebut kehilangan 0,75% pada pekan ini akibat pasar tetap tidak yakin bahwa pembuat kebijakan AS berniat untuk mengetatkan kebijakan dalam beberapa bulan mendatang.

Terhadap yen, dolar jatuh ke 100,06 pada hari Kamis, tingkat yang tidak terlihat sejak 26 Agustus, sebelum memantul kembali untuk menetap di 100,97 pada penutupan perdagangan Jumat.

Untuk minggu lalu, pasangan ini kehilangan 1,27% karena investor tetap skeptis tentang apakah langkah-langkah terbaru BoJ akan cukup untuk menghasilkan inflasi.

Bank sentral Jepang itu menahan diri untuk memangkas suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif atau memperluas program pembelian aset pada pertemuan kebijakan moneternya, bukannya beralih dalam menargetkan suku bunga sebagai cara untuk mencapai target inflasi.

Terhadap euro, dolar jatuh sedikit berakhir pada 1,1227 di akhir perdagangan Jumat setelah menyentuh 1,1256 pada hari Kamis, tertinggi sejak 15 September. Pada minggu lalu, pasangan ini bertambah 0,64%.

Di zona euro, data pada hari Jumat menunjukkan bahwa aktivitas bisnis bulan September berekspansi dalam tingkat paling lambat sejak awal 2015. PMI awal Markit menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di 19 wilayah negara jatuh ke 52,6 pada bulan September dibandingkan 52,9 pada bulan Agustus dan di bawah ekspektasi pasar.

Pound, sementara itu, jatuh ke sesi terendah 1,2915, level yang tidak terlihat sejak 16 Agustus, sebelum menetap di 1,2995, anjlok 0,92% pada hari itu, dalam kegalauan pembicaraan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Menteri Luar Negeri Inggris Raya Boris Johnson mengatakan ia mengharapkan negaranya akan memulai negosiasi formal Brexit pada awal tahun depan. Komentar tersebut menyarankan bahwa Inggris bisa berada dalam trek yang agak lebih cepat untuk berpisah dengan Uni Eropa dari harapan pasar.

Sterling menyentuh tiga dekade terendah di bawah 1,28 tercipta dari kejutan Brexit Inggris pada akhir Juni lalu.

Di tempat lain, dolar Kanada jatuh hampir 1% terhadap mitranya AS menyusul rilis data domestik penjualan ritel dan inflasi yang mengecewakan.

USD/CAD naik 0,96% menjadi ditutup pada 1,3168. Badan Statistik Kanada melaporkan bahwa inflasi tahunan melambat ke 1,1% pada bulan Agustus dari 1,3% di bulan Juli. Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa penjualan ritel Kanada secara tak terduga turun 0,1% pada bulan Juli.

Dalam seminggu ke depan, pelaku pasar akan mengalihkan perhatiannya pada komentar baru Ketua Federal Reserve Janet Yellen di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung atas waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya.

Sementara itu, investor akan fokus ke pidato Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengenai petunjuk baru apakah ECB akan meningkatkan stimulus moneter dalam beberapa bulan mendatang untuk mendorong inflasi dan menopang perekonomian.

Selain itu, kata sambutan Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda akan diamati dengan teliti setelah keputusan BoJ minggu lalu yang mengubah kerangka kebijakannya.

Debat pertama calon presiden AS akan menjadi peristiwa besar lain bagi pasar di hari Senin.

Menjelang minggu mendatang, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Senin, 26 September

Selandia Baru akan merilis data neraca perdagangan.

Di zona euro, Ifo Institute akan melaporkan iklim bisnis Jerman

Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan bertestimoni di depan Komite Ekonomi dan Moneter Bagian Parlemen Eropa, di Brussels.

Ketua Bank Nasional Swiss Thomas Jordan akan berpidato pada sebuah acara di Jenewa.

Gubernur Bank of Canada Stephen Poloz akan berpidato di Washington.

AS akan merilis data penjualan rumah baru.

Kemudian pada hari ini, pasar akan mengalihkan perhatian ke debat televisi pertama calon presiden AS antara capres Partai Demokrat Hillary Clinton dan capres Partai Republik Donald Trump.

Selasa, 27 September

AS akan merilis data kepercayaan konsumen sektor swasta.

Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer akan berpidato pada sebuah acara di Washington, DC.

Rabu, 28 September

Presiden ECB Draghi akan berpidato tentang perkembangan kawasan euro saat ini di Bundestag Jerman, Berlin.

AS akan mempublikasikan data pesanan barang tahan lama.

Ketua Fed Janet Yellen dijadwalkan untuk memberikan testimoni di depan Komite Jasa Badan Keuangan tentang regulasi dan pengawasan, sedangkan Ketua Fed St. Louis James Bullard akan berpidato di St Louis.

Kamis, 29 September

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda akan berpidato di Tokyo.

Jerman akan mempublikasikan data inflasi awal dan laporan perubahan pengangguran.

Inggris Raya akan melaporkan pinjaman neto.

AS akan mempublikasikan angka final pertumbuhan kuartal kedua, laporan mingguan klaim pengangguran awal dan data penjualan rumah tertunda.

Ketua Fed Janet Yellen akan berbicara, melalui satelit, pada sebuah acara di Kansas.

Jumat, 30 September

Jepang akan merilis data inflasi dan pengeluaran rumah tangga.

China akan mempublikasikan indeks manufaktur Caixin-nya.

Inggris Raya akan melaporkan transaksi berjalan dan mempublikasikan data revisi pertumbuhan kuartal kedua.

Zona euro akan merilis data awal inflasi konsumen, sedangkan Jerman akan merilis data penjualan ritel.

Kanada akan mempublikasikan data pertumbuhan ekonomi.

AS akan mengakhiri minggu dengan data pendapatan dan belanja pribadi, laporan kegiatan usaha di wilayah Chicago dan data revisi sentimen konsumen. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES