PT KONTAK PERKASA FUTURES – Dolar jatuh terhadap mata uang lainnya dalam perdagangan libur yang tipis pada hari Jumat dengan investor mengambil keuntungan setelah reli kuat yang mendorong mata uang AS naik ke level tertinggi hampir 14 tahun.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,28% pada 101,48 di akhir Jumat.

Pasar AS ditutup Kamis untuk libur Thanksgiving dan Jumat dalam sesi setengah hari.

Pada hari Kamis, indeks tersebut melonjak ke level tertinggi 102,07, level yang tidak terlihat sejak April 2003.

Indeks tersebut telah meningkat sekitar 6% dalam dua bulan terakhir di tengah harapan bahwa peningkatan belanja fiskal dan pemotongan pajak di bawah pemerintahan Trump akan memacu pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Dolar juga telah didorong oleh pandangan bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember mendekati kepastian.

Berdasarkan Perangkat Monitor Suku Bunga Fed, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed 13-14 Desember berada pada 95,4%.

Harapan suku bunga yang lebih tinggi biasanya meningkatkan dolar dengan membuatnya lebih menarik menghasilkan keuntungan bagi investor.

Dolar melemah terhadap yen, dengan USD/JPY berkurang 0,12% ke 113,22, tidak jauh dari level tertinggi delapan bulan 113,88 disentuh di awal. Di minggu lalu, pasangan ini untung 2,06%.

Euro terdorong lebih tinggi, EUR/USD naik 0,31% ke 1,0586 pada akhir Jumat setelah jatuh ke posisi terendah 1,0517 di hari Kamis, level terlemah Desember 2015.

Dolar jatuh 0,27% terhadap franc Swiss dan 0,22% terhadap pound.

Dalam seminggu ke depan, pasar akan mencermati laporan upah nonpertanian Jumat nonfarm payrolls AS untuk bulan November serta data pertumbuhan ekonomi AS dan manufaktur untuk indikasi segar pada kemungkinan kenaikan suku bunga Desember.

Investor juga akan mengawasi data inflasi zona euro dan laporan manufaktur keluar dari U.K. dan China.

Menjelang minggu ini dimulai, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Senin, 28 November

Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan bertestimoni mengenai prospek ECB terhadap perkembangan ekonomi dan moneter serta konsekuensi Brexit di Komite Ekonomi dalam Parlemen Eropa.

Selasa, 29 November

Jepang akan merilis data pengeluaran rumah tangga.

Gubernur Bank of Canada Stephen Poloz akan berpidato pada sebuah acara di Toronto.

Jerman akan merilis data awal inflasi harga konsumen.

AS akan menghasilkan data revisi PDB kuartal ketiga dan laporan kepercayaan konsumen.

Presiden Fed New York William Dudley akan bertestimoni pada sebuah acara di Puerto Rico.

Rabu, 30 November

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak OPEC akan mengadakan pertemuan di Wina yang bertujuan menyelesaikan rincian pemotongan produksi yang diusulkan.

Australia akan merilis data persetujuan pembangunan.

Jerman akan melaporkan penjualan ritel dan perubahan jumlah pengangguran.

Zona euro akan merilis estimasi awal inflasi harga konsumen.

Kepala ECB Mario Draghi akan berpidato pada sebuah acara di Madrid.

AS akan merilis laporan upah nonpertanian ADP bulan November, serta data penjualan rumah tertunda dan PMI Chicago.

Kanada akan merilis laporan PDB bulanan.

Kamis, 1 Desember

Australia akan merilis data pengeluaran modal swasta.

China akan melepas manufaktur resmi dan jasa PMI, bersama dengan Caixin manufaktur PMI.

Inggris Raya akan merilis PMI manufaktur.

AS akan merilis angka klaim pengangguran awal dan Institute for Supply Management akan mengeluarkan PMI manufaktur.

Jumat, 2 Desember

Australia akan menghasilkan data penjualan ritel.

Inggris Raya akan melepaskan konstruksi PMI.

Kanada akan mempublikasikan laporan pekerjaan bulan November.

AS akan mengakhiri minggu dengan laporan upah nonpertanian bulan November. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES