PT KONTAK PERKASA FUTURES – Dolar menguat terhadap lira Turki Jumat, sedangkan safe haven yen berbalik lebih tinggi, menyusul kudeta oleh faksi dalam militer Turki.

Dolar melonjak 4,73% terhadap lira Turki diperdagangkan pada 3,0137 setelah Perdana Menteri Turki mengatakan ada upaya kudeta yang sedang berlangsung.

Faksi militer itu mengambil alih jembatan penting di Istanbul dan menyerang bangunan parlemen di Ankara.

Investor juga mencari perlindungan di yen safe haven, yang biasanya dibeli oleh investor pada saat gejolak pasar.

USD/JPY turun 0,47% pada 104,88 Jumat, membalikkan keuntungan sebelumnya ke level tertinggi tiga minggu di 106,31.

Dolar telah menguat terhadap mata uang Jepang pada hari sebelumnya setelah laporan ekonomi yang optimis dari AS dan China mendukung keinginan untuk berinvestasi.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel naik 0,6% pada bulan Juni, kenaikan bulanan ketiga berturut-turut dan melampaui dengan mudah keuntungan 0,1% yang diperkirakan oleh ekonom.

Data China pada produksi industri dan penjualan ritel juga mengalahkan ekspektasi, yang menunjukkan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu masih memiliki momentum.

Dolar masih mengakhiri minggu dengan keuntungan sebesar 4,16% terhadap yen dengan membesarnya harapan pelonggaran moneter tambahan oleh Tokyo yang terus menekan mata uang tersebut lebih rendah.

Pound turun tajam terhadap dolar, dengan GBP/USD turun 1,2% di 1,3181 pada akhir Jumat setelah Andy Haldane, kepala ekonom Bank of England, berkata bahwa bank siap untuk melonggarkan kebijakan moneter pada bulan Agustus menahan gejolak ekonomi negatif dari Brexit.

Tapi sterling masih mengakhiri minggu dengan keuntungan sebesar 1,85% setelah BoE mempertahankan suku bunga stabil pada akhir pertemuan kebijakan di hari Kamis, menghapus harapan untuk penurunan suku bunga.

Euro melemah terhadap dolar dan yen pada akhir Jumat, dengan EUR/USD anjlok 0,83% di 1,1029 dan EUR/JPY jatuh 1,22% ke 115,74.

Pada minggu ini, pelaku pasar akan fokus pada hasil pertemuan Bank Sentral Eropa di hari Kamis untuk melihat apakah pembuat kebijakan akan meningkatkan langkah-langkah pelonggaran untuk mengimbangi dampak dari Brexit.

Inggris Raya akan merilis laporan yang diawasi ketat yaitu data pekerjaan, inflasi dan aktivitas manufaktur serta AS akan menghasilkan dua laporan tentang kesehatan sektor perumahan.

Menjelang minggu ini dimulai, kami telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Senin, 18 Juli

Pasar di Jepang akan ditutup untuk hari libur nasional.

Selandia Baru akan merilis data inflasi harga konsumen.

Selasa, 19 Juli

Reserve Bank of Australia akan mempublikasikan risalah pertemuan kebijakan moneter terbaru, memberikan investor wawasan tentang bagaimana para pejabat melihat ekonomi dan pilihan kebijakan mereka.

Inggris Raya akan mempublikasikan data inflasi harga konsumen.

Di zona euro, ZEW Institute akan melaporkan sentimen ekonomi Jerman.

AS akan merilis laporan izin bangunan dan perumahan dimulai.

Rabu, 20 Juli

Inggris Raya akan mempublikasikan laporan kerja bulanan.

Kamis, 21 Juli

Inggris Raya akan menghasilkan angka penjualan ritel dan pinjaman sektor publik.

ECB akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter. Pengumuman suku bunga akan diikuti dengan konferensi pers Presiden Mario Draghi pasca pertemuan kebijakan.

AS akan merilis data klaim pengangguran, penjualan rumah lama dan aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia.

Kanada akan melaporkan penjualan grosir.

Jumat, 22 Juli

Zona euro akan merilis data kegiatan usaha sektor swasta.

Inggris Raya akan merilis data survei aktivitas di sektor manufaktur.

Kanada akan mengakhiri minggu dengan data penjualan ritel dan inflasi konsumen. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES