PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak melonjak dalam dua hari berturut-turut pada hari Jumat, berakhir di tiga minggu tertinggi dengan investor terus menutup posisi jual setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi mengisyaratkan bahwa kerajaan dapat terbuka dalam berdiskusi di bulan depan untuk menstabilkan pasar.

Minyak mentah hapus beberapa keuntungan setelah laporan menunjukkan jumlah pengeboran minyak AS naik untuk minggu ketujuh, garisbawahi kekhawatiran atas kelebihan pasokan global.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman September naik ke puncak intraday $44,78 per barel, tertinggi sejak 22 Juli. Ditutup pada $44,49, naik $ 1,00, atau 2,3%.

Untuk minggu lalu, minyak berjangka New York diperdagangkan reli $2,69, atau 6,04%, kenaikan mingguan terbesar sejak bulan April.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober melonjak $1,15, atau 2,5%, pada hari Jumat untuk menetap di $46,97 per barel pada penutupan perdagangan. Menyentuh tertinggi harian di $47,25, tingkat yang tidak terlihat sejak 21 Juli.

Pada minggu lalu, Brent berjangka London diperdagangkan menguat $2,70, atau 5,74%, menandai kenaikan terbaik mingguan di lebih dari empat bulan.

Minyak mentah berjangka melonjak hampir 5% pada hari Kamis dengan investor kembali ke pasar untuk menutup posisi jual setelah Menteri Perminyakan Saudi Khalid al-Falih mengatakan bahwa anggota OPEC dan non-anggota akan membahas kemungkinan tindakan untuk menstabilkan harga minyak selama pertemuan bulan depan di Aljazair.

Namun, pelaku pasar tetap skeptis bahwa pertemuan itu akan menghasilkan tindakan konkret. Dalam usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi di awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran untuk mengambil bagian dari inisiatif.

Indikasi pemulihan yang berkelanjutan dalam kegiatan pengeboran AS terus menekan harga minyak. Menurut penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah pengeboran minyak AS di pekan lalu meningkat 15 menjadi 396, kenaikan mingguan ketujuh beruntun dan peningkatan 10 kalinya dalam 11 minggu.

Harga minyak telah pulih sejak minyak mentah AS turun di bawah $40 pekan lalu, tapi masih lebih dari 12% di bawah puncak terbarunya pada bulan Juni.

Meskipun dalam kenaikan baru, peningkatan stok produk bahan bakar di tengah melambatnya pertumbuhan permintaan global diperkirakan tetap menjaga harga minyak di bawah tekanan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Pada minggu ini, pedagang akan fokus pada data persediaan AS di hari Selasa dan Rabu untuk mengetahui sinyal permintaan dan penawaran baru.

Pelaku pasar juga akan terus memantau gangguan pasokan di seluruh dunia mengenai indikasi lebih lanjut dari keseimbangan pasar.

Menjelang minggu ini dimulai, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Selasa, 16 Agustus

Kelompok industri American Petroleum Institute, akan mempublikasikan laporan mingguan persediaan minyak AS.

Rabu, 17 Agustus

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan stok minyak dan bensin.

Jumat, 19 Agustus

Baker Hughes akan merilis data mingguan jumlah pengeboran minyak AS. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES