PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak jatuh tajam pada hari Jumat di tengah ketidakpastian mengenai apakah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dapat mencapai kesepakatan dalam pemangkasan produksi dan menopang pasar.

Minyak mentah AS turun $1,97 atau 4,11% pada $49,55 per barel dari penutupan sebelumnya di Bursa Perdagangan New York. Ini merupakan penurunan terbesar satu hari sejak 23 September.

Minyak mentah AS mengakhiri minggu naik 0,81% setelah diperdagangkan di kisaran antara $45,77 dan $49,20 per barel.

Acuan global Brent berjangka berada di $48,24 per barel, turun $1,76 sen atau 3,59%.

Aktivitas perdagangan tetap tipis karena libur Thanksgiving di AS.

Keraguan tentang apakah eksportir global utama akan dapat mencapai kesepakatan di minggu depan dalam mengendalikan produksi juga membuat investor mundur.

OPEC akan mengadakan pertemuan di Wina pada hari Rabu yang bertujuan menyelesaikan rincian pemotongan produksi yang diusulkan, diharapkan akan mengurangi melimpahnya pasokan global yang telah menekan harga minyak yang lebih rendah selama lebih dari dua tahun.

Grup produsen minyak tersebut berusaha mengajak 14 negara anggotanya, bersama dengan anggota non-OPEC Rusia, untuk menerapkan pemotongan produksi terkoordinasi.

Pencapaian kesepakatan dalam sebuah deal pemangkasan produksi telah terbukti bermasalah, dengan beberapa produsen, terutama Iran, enggan untuk membatasi produksinya.

Kebanyakan analis percaya bahwa beberapa bentuk konsensus akan tercapai, namun keraguan tetap ada tentang apakah hal tersebut akan cukup dalam mendukung pasar.

“Kesepakatan pemangkasan produksi yang besar dapat mendorong harga minyak lebih dekat ke level $60 per barel sebelum akhir tahun, sedangkan kegagalan untuk mencapai kesepakatan dapat menyebabkan harga minyak jatuh kembali ke level terendah $40 per barel,” kata analis di Nordea.

Dalam seminggu ke depan, pasar akan mencermati perkembangan seputar pertemuan OPEC, Rabu. Pasar juga akan mengawasi data persediaan AS pada hari Selasa dan Rabu mengenai sinyal permintaan dan penawaran baru.

Menjelang minggu ini dimulai, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Selasa, 29 November

Kelompok industri American Petroleum Institute, akan mempublikasikan laporan mingguan persediaan minyak AS.

Rabu, 30 November

OPEC akan mengadakan pertemuan di Wina dengan harapan akan mencapai kesepakatan dalam rincian perjanjian untuk memangkas produksi.

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis data mingguan stok minyak dan bensin.

Jumat, 2 Desember

Baker Hughes akan merilis data mingguan jumlah pengeboran minyak AS. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES