PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak berhasil mempertahankan kenaikan moderat pada hari Jumat, namun mengalami penurunan dalam seminggu setelah Menteri Energi Saudi mengabaikan kebutuhan campur tangan OPEC dalam menstabilkan pasar.

Reuters melaporkan hari Kamis bahwa Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan kepada kantor berita dalam sebuah wawancara bahwa ia tidak percaya “intervensi signifikan” apapun di pasar minyak yang diperlukan.

Komentarnya dilaporkan datang menjelang pertemuan informal dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak di Aljazair akhir bulan depan, di mana produsen minyak utama diperkirakan akan membahas potensi pembekuan produksi.

Pedagang juga menilai kemungkinan peningkatan suku bunga pada bulan September di pertemuan Federal Reserve berikutnya, menyusul komentar dari dua pejabat teras di bank sentral tersebut.

Peningkatan suku bunga AS cenderung mengangkat nilai dolar, yang akan membuat minyak lebih mahal bagi para pedagang yang melakukan bisnis dalam mata uang lainnya.

Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober bergerak 25 sen, atau 0,5%, pada hari Jumat untuk menetap di $49,92 per barel pada penutupan perdagangan.

Untuk minggu ini, Brent berjangka London diperdagangkan mundur 96 sen, atau 1,88%, kerugian mingguan pertama dalam sebulan.

Di tempat lain, di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman Oktober mengakhiri sesi Jumat di $47,64 per barel, naik 31 sen, atau 0,65%, pada hari itu.

Meskipun raih keuntungan di hari Jumat, minyak berjangka New York diperdagangkan merosot 88 sen, atau 1,81%, untuk minggu ini, hapus kemenangan beruntun tiga minggu.

Harga minyak melonjak hampir $10 per barel, atau hampir 25%, dalam tiga minggu pertama bulan Agustus, akibat prospek pembekuan produksi oleh produsen utama dalam pertemuan informal OPEC di Aljazair bulan depan memicu reli besar.

Namun, minyak berjangka memberikan kembali sebagian keuntungan di minggu ini, dengan analis dan pedagang tetap skeptis pertemuan itu akan menghasilkan usaha yang koheren untuk mengurangi banjirnya pasokan global.

Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif, menggarisbawahi kesulitan persaingan politik dalam menggabungkan konsensus.

Sementara itu, pelaku pasar terus fokus pada prospek pengeboran AS, di tengah indikasi pemulihan yang berkelanjutan dalam kegiatan pengeboran. Menurut penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah pengeboran sumur minyak di AS pekan lalu tidak berubah di 406. Hal tersebut mengikuti delapan minggu peningkatan berturut-turut.

Beberapa analis telah memperingatkan bahwa reli harga saat ini bisa merugikan diri sendiri, karena mendorong produsen shale AS untuk mengebor lebih banyak, menggarisbawahi kekhawatiran atas kelebihan pasokan global.

Dalam seminggu ke depan, pedagang minyak akan fokus pada data persediaan AS di hari Selasa dan Rabu tentang sinyal permintaan dan penawaran baru.

Pelaku pasar juga akan terus memantau gangguan pasokan di seluruh dunia untuk indikasi lebih lanjut dari keseimbangan pasar.

Menjelang minggu ini dimulai, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Selasa, 30 Agustus

Kelompok industri American Petroleum Institute, akan mempublikasikan laporan mingguan persediaan minyak AS.

Rabu, 31 Agustus

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan stok minyak dan bensin.

Jumat, 2 September

Baker Hughes akan merilis data mingguan jumlah pengeboran minyak AS. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES