PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak mengakhiri sesi Jumat sedikit lebih rendah, akibat penguatan dolar AS setelah rilis data tenaga kerja AS yang optimis dan laporan jumlah pengeboran sumur minyak AS naik dalam minggu keenam.

Namun harga masih mengakhiri pekan dengan kenaikan moderat akibat aksi short-covering dan bargain-hunting kembali mendukung pasar.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman September merosot 13 sen, atau 0,31%, menjadi berakhir di $41,80 per barel pada penutupan perdagangan.

Harga minyak awalnya melonjak tinggi setelah data menunjukkan upah pekerjaan non-pertanian AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Juli, meningkatkan optimisme atas kesehatan ekonomi terbesar di dunia itu.

Tapi harga mulai bergerak lebih rendah lagi dalam laporan pekerjaan AS yang optimis mengangkat Dolar AS ke level tertinggi satu minggu terhadap sebagian besar mata uang utama lain. Harga minyak biasanya melemah ketika mata uang AS menguat dengan komoditas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Minyak mentah tetap melemah setelah penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan Jumat malam bahwa jumlah pengeboran sumur minyak di AS pekan lalu meningkat tujuh menjadi 381, kenaikan mingguan keenam berturut-turut dan peningkatan kesembilan kalinya dalam 10 minggu.

Meskipun derita kerugian moderat, Jumat, minyak berjangka New York diperdagangkan naik tipis 20 sen, atau 0,48%, pada minggu ini, menghapus kekalahan dua minggu beruntun, dibantu oleh rebound yang mengesankan setelah data positif pada persediaan bensin.

Harga minyak Nymex tenggelam ke terendah lebih dari tiga bulan di bawah $40 per barel pada awal pekan ini dan memasuki pasar zona merah sebelum rebound di hari Rabu dan Kamis, tercipta dari penurunan tajam dalam persediaan bensin.

Menurut Badan Administrasi Informasi Energi AS, persediaan bensin menurun 3,3 juta barel di pekan lalu, lebih dari penurunan 0,2 juta barel yang diharapkan.

Namun, laporan ini juga menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah naik mengejutkan 1,4 juta barel menjadi 522,5 juta, yang EIA anggap sebagai “tingkat historis tertinggi sepanjang tahun”.

Menurut para analisis pasar, peningkatan stok produk bahan bakar di tengah melambatnya pertumbuhan permintaan global diperkirakan tetap menjaga harga di bawah tekanan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Minyak mentah berjangka WTI hampir 19% lebih rendah dari level tertinggi tahun 2016 di atas $50 per barel pada awal Juni, akibat tanda-tanda pemulihan kegiatan pengeboran AS yang sedang berlangsung dikombinasikan dengan pertumbuhan stok bensin yang turut membebani.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun 2 sen, atau 0,05%, di hari Jumat untuk menetap di $44,27 per barel pada penutupan perdagangan.

Pada minggu lalu, Brent berjangka London diperdagangkan menguat 74 sen, atau 1,67%, kenaikan mingguan pertama dalam tiga minggu karena investor kembali ke pasar untuk mencari valuasi murah setelah harga tenggelam ke level terendah sejak bulan April.

Brent berjangka London diperdagangkan turun hampir 16% sejak mencapai puncaknya pada $52,80 di awal Juni, akibat prospek peningkatan ekspor dari produsen Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti Irak, Nigeria dan Libya, menambah kekhawatiran bahwa membanjirnya produk minyak akan memotong permintaan minyak mentah oleh penyuling.

Pada minggu ini, pedagang akan fokus pada data persediaan AS di hari Selasa dan Rabu untuk mengetahui sinyal permintaan dan penawaran baru.

Sementara itu, investor akan mengawasi keluarnya laporan bulanan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan Badan Energi Internasional untuk mengukur permintaan dan penawaran tingkat global.

Pelaku pasar juga akan terus memantau gangguan pasokan di seluruh dunia untuk melihat indikasi lebih lanjut dari keseimbangan pasar.

Menjelang minggu ini dimulai, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Selasa, 9 Agustus

Kelompok industri American Petroleum Institute akan mempublikasikan laporan mingguan persediaan minyak AS.

Rabu, 10 Agustus

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak akan menerbitkan penilaian bulanan pasar minyak.

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan stok minyak dan bensin.

Kamis, 11 Agustus

Badan Energi Internasional akan merilis laporan bulanan permintaan dan penawaran minyak global.

Jumat, 12 Agustus

Baker Hughes akan merilis data mingguan jumlah pengeboran minyak AS. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES