PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Harga minyak jatuh pada hari Jumat tapi menghapus kembali beberapa kerugian semalam setelah hasil referendum Inggris Raya yang mengejutkan keluar dari Uni Eropa memicu aksi jual luas di pasar global.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman Agustus menetap di $47,56 per barel pada penutupan, turun $2,55 atau 5,09% untuk hari itu, setelah jatuh serendah $46,70 per barel di perdagangan semalam.

Minyak Brent menetap di $48,41 per barel, turun $2,50 atau 4,9% setelah sebelumnya diperdagangkan serendah $ 47,54.

Hal tersebut merupakan persentase penurunan satu hari terbesar untuk kedua kontrak itu sejak Februari.

Hasil referendum Inggris Raya untuk berpisah dari Uni Eropa hampir 52% vs. 48% yang selesai dihitung di hari Jumat.

Perdana Menteri Inggris David Cameron, mendukung kampanye Tetap yang gagal, mengundurkan diri setelah hasil akhir referendum diumumkan.

Keputusan tersebut meningkatkan kekhawatiran atas prospek ekonomi global dan memicu penurunan bersejarah pada saham dan mata uang.

Saham global terlihat menderita kerugian lebih dari $ 2 triliun nilainya dan pound jatuh sebesar 10% karena investor bergegas pindah ke aset safe haven, seperti emas dan obligasi pemerintah.

Juga di hari Jumat, Baker Hughes mengatakan bahwa jumlah pengeboran sumur minyak di AS jatuh di minggu lalu untuk pertama kalinya dalam empat minggu.

Jumlah pengeboran sumur minyak yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir telah memicu kekhawatiran bahwa dengan harga sekitar $50 per barel tersebut bisa mendorong produsen AS untuk meningkatkan produksi dan membanjiri pasar minyak yang masih kelebihan pasokan.

Pada minggu ke depan, data pasokan di hari Selasa dari kelompok industri American Petroleum Institute akan menjadi fokus jelang laporan mingguan pemerintah pada hari Rabu tentang stok minyak.

Menjelang minggu mendatang, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Senin, 27 Juni

Selandia Baru akan merilis data neraca perdagangan.

Selasa, 28 Juni

AS akan merilis data final pertumbuhan kuartal pertama serta laporan kepercayaan konsumen sektor swasta.

API akan merilis laporan mingguan stok minyak mentah.

Rabu, 29 Juni

Jepang akan merilis data penjualan ritel.

Di zona euro, Jerman dan Spanyol akan menghasilkan perkiraan awal inflasi konsumen.

Inggris Raya akan merilis data pada pinjaman neto.

AS akan melaporkan pendapatan dan belanja pribadi serta penjualan rumah tertunda.

EIA akan mempublikasikan laporan mingguan stok minyak mentah.

Ketua Fed Janet Yellen dan kepala bank sentral lainnya akan menghadiri konferensi bank sentral ECB di Portugal.

Kamis, 30 Juni

Jerman akan melaporkan perubahan pengangguran.

Inggris Raya akan merilis data transaksi berjalan.

Kawasan euro akan mengungkap perkiraan inflasi awal untuk bulan Juni.

ECB akan mempublikasikan risalah pertemuan terbaru.

Kanada akan melaporkan pertumbuhan bulanan PDB.

AS akan merilis data klaim pengangguran.

Jumat, 1 Juli

Jepang akan merilis data pengeluaran rumah tangga, inflasi serta aktivitas sektor manufaktur dan jasa.

China akan merilis data resmi aktivitas sektor manufaktur dan jasa serta indeks manufaktur Caixin sektor swasta.

Inggris Raya akan merilis data aktivitas manufaktur.

Institute of Supply Management akan melaporkan aktivitas manufaktur AS. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES