Bagi Pria Ini, Alergi Dingin Bisa Sangat Mematikan | PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA SURABAYA – Alergi dingin sekilas tidak menampilkan adanya ancaman bahaya. Namun, kondisi berbeda terjadi pada Max Fisher yang terdiagnosa mengalami alergi dingin yang disebut urticaria. Alergi yang diketahui pada 2009 ini, sempat mengancam nyawanya hanya karena duduk di rumput basah pada musim panas.

Saat itu, Fisher mengalami kesulitan bernapas, tenggorokan serasa tertutup, dengan kulit yang merah dan gatal. Reaksi tersebut diketahui sebagai anaphylactic shock akibat alergi berat yang diderita Fisher. Data National Health Security (NHS) menyatakan, urticaria sebetulnya kasus yang cukup sering ditemui dengan sebaran 1 dari 5 orang. Namun reaksi berat seperti yang dialami Fisher hanya dialami satu dari 3 persen dari seluruh kasus urticaria.

“Saya alergi dingin sehingga tidak bisa menikmati musim dingin. Saya menggunakan masker tiap kali ke luar rumah untuk mencegah reaksi alergi, atau yang paling fatal anaphylactic shock. Reaksi yang muncul biasanya bengkak, demam, dan ruam yang terasa sangat gatal. Saya kali pertama mengalami kondisi ini di usia 14 tahun,” kata Fisher yang berusia 23 tahun dikutip dari Daily Mail.

Alergi dingin dalam kasus Fisher meliputi segala hal yang menurutnya tidak bersuhu hangat atau normal. Selain udara, Fisher juga beraksi pada minuman, makanan, hawa dingin dari kulkas dan Air Conditioner (AC), serta segala hal yang tidak hangat. Menurut Fisher menghirup udara dingin mengakibatkannya pusing hingga mengganggu aktivitasnya setiap hari. Masker membantu menghangatkan udara yang masuk lewat hidung yang memudahkan Fisher bernapas.

Peka terhadap dingin menyebabkan hidup Fisher penuh tantangan setiap hari, meski sedang tidak musim dingin. Fisher tak bisa memegang, mengonsumsi minuman, atau renang bersama teman-temannya saat musim panas. Tubuhnya akan mengeluarkan reaksi terkait urticaria yang bisa saja mengancam nyawa, jika tidak segera ditangani dengan perlakuan medis. Fisher masih kerap takut menghadapi kondisi tubuhnya, meski sudah hidup bersama alergi tersebut selama 9 tahun. Dia mengonsumsi antihistamin setiap hari untuk mengendalikan reaksi alergi.

Penyebab pasti dari urticaria hingga kini masih belum diketahui. Urticaria biasanya terkait dengan kondisi darah tertentu atau penyakit infeksi yang telah ada sebelumnya. Menurut National Institutes of Health, kondisi urticaria tidak mungkin diwariskan. Fisher sendiri mengatakan keluarganya baik-baik saja. Fisher menjalani masa kecil yang sehat dan bahagia, hingga terdiagnosa urticaria pada usia 14 tahun.

Selain urticaria, Fisher juga mengalami fibromyalgia yang menyebabkannya merasa sakit di sekujur tubuh. Kondisi ini mengakibatkan Fisher kerap menggunakan tongkat atau kursi roda. Tantangan di hidupnya makin bertambah karena Fisher merasakan sulitnya mendapatkan pekerjaan karena keterbatasan kemampuan fisik.

“Saya ingin sekali bisa membuktikan diri pada lingkungan sekitar. Orang disabilitas ada yang menggunakan masker, pakai kursi roda, atau tongkat untuk berjalan. Saya ingin orang-orang sekitar bisa menerima kondisi saya,” kata Fisher. PT KONTAK PERKASA