Dampak Negatif Menggunakan Earphone dalam Jangka Waktu yang Lama | PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA SURABAYA – Kebiasaan mendengarkan musik dengan menggunakan personal hearing device seperti earphone, bisa membuat telinga cedera. Hal itu dapat terjadi terutama jika kita terlalu sering memakai earphone bervolume tinggi.

dr Brastho Bramantyo, Sp. THT-KL(K) dari Divisi Neurologi RS Cipto Mangunkusumo-FK Universitas Indonesia mengatakan bahwa efek buruk datang jika menggunakan earphone atau personal hearing devices selama lima jam dalam seminggu.

“Dampaknya adalah kerusakan permanen pada telinga, kemungkinan terbesar hal itu terjadi pada usia muda,” jelas dr Bram, panggilan akrabnya, saat Press Meeting World Hearing Day 2018 di Gedung A RSCM, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018). “Saat ini mungkin dampaknya belum terlihat, namun kelak akan terasa.”

Mengenai hal tersebut, dr Tri Juda Airlangga, Kepala Departemen THT-KL FKUI-RSCM juga ikut menanggapi: “Di Jakarta, seringkali orang-orang menggunakan earphone saat menaiki kereta, bus, atau transportasi lainnya.”

Metode 60-60 dapat diterapkan pada orang dengan pengguna earphone, yaitu mengontrol intensitas bunyi/volume musik hingga maksimal 60% dan mendengarkan musik tidak lebih dari 60 menit.

Mendengarkan personal hearing device/pemutar musik personal secara reguler dalam volume tinggi ketika muda sering kali tidak berdampak pada pendengaran. Namun, kelak kemampuan mendengar bisa menghilang, apalagi jika dilakukan dengan volume keras dan jangka waktu lama.

Berikut efek negatif menggunakan earphone dalam jangka waktu yang lama untuk kesehatan tubuh:

1. Kerusakan permanen pada telinga

Hal ini terjadi bila telinga sudah tidak kuat lagi menanggung beban suara keras dari earphone yang langsung terhubung dengan lubang telinga, biasanya, hal ini terjadi pada mereka yang masih berusia muda atau remaja.

2. Kehilangan pendengaran di usia 20-an

Berdasarkan penelitian, efek penggunaan earphone atau headset yang berlebih ini memang tidak akan langsung terasa, biasanya efek akan mulai terasa di usia 20-an. Di usia itu, si penderita akan mulai kehilangan pendengarannya.

3. Kerusakan otak

Gelombang elektromagnetik akibat earphone ini diduga berpengaruh terhadap listrik otak. Terbukti gelombang elektromagnetig ini berpengaruh pada listrik otak pada tikus. Namun, hingga saat ini belum diketahui seberapa besar efek dari gelombang elektromagnetik itu pada otak manusia, tapi yang jelas kamu harus tetap waspada.

4. Ambang pendengaran

Paparan musik dengan earphone atau headset dapat mempengaruhi ambang pendengaran manusia, terutama bila dilakukan dengan volume keras dan dalam jangka waktu lama. Secara perlahan efek ini akan mengarah pada gangguan pendengaran secara permanen.

“Karenanya kamu harus menggunakan earphone atau headset ini sesuai kebutuhan saja, jangan berlebih,” jelas dr Bram. “Mengenai tingkat suara, suara tingkat ringan untuk dewasa berada antara 25 hingga 40 desibel, sedangkan anak-anak 20 hingga 40 desibel. Bertingkat semakin tinggi hingga suara terberat berkualitas 90 desibel atau lebih yang masih dapat didengar.” PT KONTAK PERKASA

Sumber : health.detik