Dikira Kelainan Jiwa, Gadis Ini Ternyata Idap Tumor Ovarium | PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA SURABAYA – Seorang gadis asal Ashford, Kent, Inggris yang berusia 18 tahun harus merasakan sakit yang luar biasa karena ternyata mengidap tumor ovarium yang membuat kondisi kepribadiannya berubah drastis.

Namanya Aimee, yang pada awalnya dikira sakit radang tenggorokan. Keesokan paginya ia mulai demam dengan suhu tubuh hingga 39 derajat celcius dan tekanan darahnya melonjak.

Ibunya, Elaine Sage pun berpikir itu hanya infeksi virus biasa. Sampai akhirnya keadaannya makin memburuk. Aimee menjadi seorang yang pemarah, emosinya tidak terkontrol.

“Kemudian dia bilang dia tidak merasa baik dan dia harus merencanakan pemakamannya. Saya ketakutan. Saya mencoba menenangkannya tetapi tidak berhasil,” ujar Elaine dikutip dari Daily Mail.
Akhirnya, Sage pun membawa Aimee ke rumah sakit. Di dalam ambulans ia menjerit dan berteriak seada-adanya, paramedis mengatakan bahwa ada kemungkinan kelainan jiwa diidap oleh Aimee.

Setelah menjalani serangkaian tes, mulai dari tes neurologi, tes darah, dan CT scan, Aimee pun didiagnosis teratoma ovarium, yakni tumor di ovarium yang berisi tulang, gigi, dan rambut. Mengerikan bukan?

Dokter mengklaim bahwa tumor langka ini menghasilkan antibodi terhadap reseptor NMDA yang berada pada sistem saraf pusat, reseptor ini yang membantu mengendalikan pikiran, suasana hati, dan gerakan.

Karena reseptor ini diserang, maka terjadilah perubahan perilaku aneh pada Aimee, hal ini menghasilkan anti-NMDAR encephalitis.

Penyakit ini menyebabkan gejala kejiwaan seperti kejang, kebingungan, dan kehilangan ingatan, serta perilaku yang aneh dan sering mengganggu, seperti melihat hal-hal yang tidak ada, mengembangkan keyakinan aneh, atau muncul gelisah.
Akhirnya, tumor di ovarium kanan dan tuba fallopi harus dioperasi. Ini membuat Aimee koma selama 12 hari.

“Saya duduk di sana menangis, berpikir dia mati otak,” ungkap Elaine.

Saat koma, Aimee berulang tahun memasuki usia 18 tahun. Bukannya bersenang-senang, Aimee justru berjuang untuk hidup di hari spesialnya.

Untuk membantunya bernapas, dokter membuat lubang di lehernya untuk akses langsung ventilator ke tenggorokan atau dalam dunia medis disebut trakeostomi.

Perlahan-lahan, kondisi Aimee menunjukkan kemajuan. Namun ia tidak dapat mengingat apapun yang telah terjadi, yang terakhir diingatnya adalah ia pergi ke rumah sakit.

“Sekarang dia ingin seperti anak 18 tahun pada umumnya. Dia adalah pemain sepak bola yang sangat mahir, jadi ingin kembali ke lapangan lagi,” tutup sang ibu. PT KONTAK PERKASA

Sumber : health.detik