Bernard Sherman, Jadi Orang Terkaya Kanada ‘Berkat’ Orang Sakit | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Bernard Barry Sherman adalah CEO dan Chairman Apotex, perusahaan farmasi terbesar di Kanada. Perusahaannya menjual 89 juta obat setiap tahun di 115 negara di seluruh dunia.

Dikutip detikcom dari Success Story, Senin (19/1/2020), dia memulai bisnisnya sejak membeli perusahaan farmasi pamannya menggunakan tabungan ibunya. Sherman memulai perusahaan ini pada tahun 1974 dengan luas 5.000 kaki persegi, dan hanya 2 karyawan.

Mundur lebih ke belakang, di bangku kuliahnya Sherman adalah siswa termuda yang bergabung dengan program teknik sains University of Toronto pada usia 16 tahun. Dia menerima penghargaan tertinggi saat kelulusan, dan penghargaan lainnya. Dia kemudian memperoleh gelar doktoralnya di MIT.

Saat menempuh pendidikan, Sherman bekerja untuk Louis Lloyd Winter, pamannya, di Empire Labs., perusahaan obat-obatan. Pamannya sering bepergian meninggalkan perusahaan. Hal itu membuat Sherman biasa mengawasi operasi perusahaan tersebut. Pengalaman yang didapatnya ketika bekerja seperti itu menjadi fondasi untuk mengembangkan Apotex Inc., perusahaan obat generiknya.

Pada tahun 1970, dia berinvestasi di Barr Laboratories New York, menjabat sebagai presidennya, dan menjadi pemegang saham terbesarnya. Pada tahun 2004, Barr menempatkan 6 di antara 10 perusahaan independen teratas di dunia yang bergerak dalam industri farmasi generik. Barr adalah pemasok farmasi utama untuk WalMart, dan penjualan tahunannya melebihi US$ 2,5 miliar pada 2007.

Pada tahun 1972, Sherman menjual Empire, dan memulai Apotex pada tahun 1973. Hari ini, Apotex adalah salah satu dari 15 perusahaan farmasi generik teratas di dunia. Sherman juga terlibat dalam bisnis lain seperti manufaktur Nutraceutical, dan mendirikan NION. Dia kemudian menjualnya kepada Schiff, dan terus berkonsentrasi pada Apotex.

Saat ini, Apotex terlibat dalam pembuatan bahan kimia, plastik sekali pakai yang digunakan untuk obat-obatan, dan berbagai obat-obatan tanpa resep juga. Pendapatan perusahaannya telah meningkat menjadi US$ 2 miliar, meskipun Kanada melarang impor obat-obatan India.

Saat ini, dia mempekerjakan lebih dari 10.000 orang, memproduksi lebih dari 300 obat generik. Forbes pernah menempatkan Sherman sebagai orang terkaya ke-7 di Kanada, dan di antara 400 orang terkaya di dunia.

Malangnya, Sherman bersama istrinya meninggal secara misterius pada Jumat 15 Desember 2017. Keduanya ditemukan tak bernyawa kediamannya di Old Colony Road, Toronto.

Sherman meninggal di usia 75 tahun, sementara istrinya Honey Sherman berumur 70 tahun.    PT KONTAK PERKASA FUTURES

detik.com