Jasa Marga Siapkan Sistem Penerus e-Toll, Begini Cara Kerjanya | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Setelah kartu e-Toll populer, kini Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) bakal menghadirkan teknologi pembayaran non tunai di jalan tol yang selanjutnya.

Salah satu metode yang sedang dikembangkan dan saat ini sedang diujicobakan adalah penerapan sistem Single-Lane Free Flow (SLFF) di ruas-ruas jalan tol di Indonesia. Sebenarnya sistem SLFF ini bukanlah sesuatu yang baru. Negara di Asia seperti Taiwan dan Malaysia sudah menerapkan sistem SLFF di jalan tol sejak beberapa tahun lalu.

Dengan sistem SLFF, pengguna jalan tol tidak perlu memperlambat laju kendaraan atau berhenti sejenak untuk bayar tol. Nantinya, akan ada alat yang menjadi media pembayaran elektronik yang dipasang pada tiap kendaraan.

Alat tersebut akan memancarkan sinyal yang dibaca alat penangkap signal di gardu tol, sehingga saat pengendara melewatinya, saldo akan otomatis terpotong.

Tergabung dalam satu konsorsium dengan beberapa pihak yang berkompetensi dalam pengembangan instrument pembayaran elektronik, JMTO telah mengembangkan Uang Elektronik (e-money) berbasis server yang terhubung dengan stiker RFID (Radio Frequency Identification) yang diberi nama FLO.

Untuk menggunakan FLO, pengguna jalan tol perlu membeli stiker RFID dimana saldo transaksi pembayaran jalan tol dapat dimonitor melalui aplikasi FLO. Sementara untuk melakukan pengisian saldo, pengguna dapat melakukan top up saldo FLO melalui ATM Bank, e-banking dan mitra yang ditunjuk sebagai jalur distribusi dan top up.

Perbedaan mendasar antara FLO yang mengusung skema uang elektronik berbasis server dengan teknologi terdahulu yang menggunakan e-money berbasis chip, saat ini payment processing berlansung secara online dan real-time sehingga secara langsung dapat memotong durasi transaksi yang terjadi di gerbang dan diharapkan dapat mengurangi jumlah antrian yang panjang.

Stiker RFID sendiri merupakan alat sensor yang dipasang pada bagian depan kendaraan yang teregistrasi dengan aplikasi FLO. Adapun fitur yang terdapat di aplikasi FLO ini diantaranya seperti cek saldo, e-receipt (struk) serta riwayat transaksi pembayaran Tol. Harga stiker RFID pun terbilang terjangkau sehingga kedepannya teknologi ini tidak akan memberatkan kantong para pengguna jalan tol.

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan di jalan tol dengan mengembangkan teknologi pembayaran electronic toll collection (ETC) di seluruh Indonesia. FLO merupakan jawaban kami dari agenda elektronifikasi jalan tol di Indonesia yang saat ini penting untuk di implementasikan. Elektronifikasi jalan Tol di Indonesia tidak berhenti hanya pada Single Lane Free Flow (SLFF), kedepannya kami akan mengembangkan hingga Multi Lane Free Flow (MLFF) yang diharapkan dapat menjadikan proses transaksi lebih efisien dan lancar,” Ujar Septerianto Sanaf, Pimpinan Konsorsium Elektronifikasi Pembayaran SLFF (FLO) dalam keterangan yang diterima.

“FLO merupakan salah satu bukti kesuksesan kami dalam membuat terobosan elektronifikasi jalan tol yang tingkat kesiapannya mendekati 100%. Sejak Desember 2018 lalu, kami telah melakukan uji coba terbatas di Jalan Tol Bali Mandara dengan menggandeng beberapa mitra kami, seperti Blue Bird Group serta Bank Mandiri, BRI, dan BNI untuk melakukan top up,” lanjutnya.

Penerapan SLFF dengan teknologi nirsentuh adalah upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol agar transaksi dapat tercatat dengan cepat dan akurat sehingga proses pembayaran tol bisa dilakukan tanpa berhenti untuk mengurangi tingkat antrian di gerbang tol. Untuk itu diperlukan sinergi agar pengguna dapat memperoleh perangkat pembayaran dengan mudah serta beragam metode top-up yang mudah di akses oleh pengguna.

Septerianto berharap semakin banyak ruas-ruas jalan Tol di Indonesia yang menggunakan FLO, tidak terbatas hanya ruas-ruas yang dimiliki oleh Jasa Marga.

“Mendorong penerapan Single Lane Free Flow (SLFF) di Indonesia membutuhkan kolaborasi dari banyak pihak, tidak hanya pemerintah namun ekosistem di jalan tol itu sendiri untuk sosialiasi yang maksimal kepada masyarakat. Setelah masa uji coba terbatas dilalui dengan baik, FLO diharapkan bisa dipakai oleh masyarakat umum tidak hanya di Tol Bali Mandara, tetapi juga di ruas jalan tol lainnya sehingga mendorong terciptanya masyarakat digital Indonesia,” tutup Septerianto. PT KONTAK PERKASA FUTURES