Langkah Pemerintah dalam Mengatasi Hunian Bagi Generasi Milenial | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA –  Generasi Milenial diprediksi jadi gelandangan di tahun 2020. Pasalnya, berdasarkan survei Rumah123 pada tahun 2016 hanya 5% kaum milenial yang sanggup membeli rumah. Sisanya 95% tak memiliki tempat tinggal.

Menanggapi hal ini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa generasi milenial mampu memiliki rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR, Khalawi mengatakan bahwa pemerintah memiliki beberapa solusi untuk kaum milenial memiliki rumah, misalnya dari program Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).

“Gini, kalau anak milenial kan masih tanggung jawab orang tua pasti ikut orang tuanya kan. Tapi bagi mereka yang sudah lepas, kita ada Rusunawa,” kata Khalawi.

Ia memaparkan, Rusunawa merupakan solusi bagi generasi milenial yang memiliki gaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Ia mencontohkan, Rusunawa cocok disewa bagi seseorang dengan penghasilan di bawah Rp 4 juta/bulan.

“Rusunawa kan murah. Bagi UMR yang sangat rendah pemerintah menyiapkan Rusunawa. Itu untuk UMR Rp 4 juta ke bawah,” sambungnya.

Biaya sewa Rusunawa di Jakarta sendirk dipatok kisaran Rp 250 ribu/bulannya. Sehingga dipastikan generasi milenial mampu memiliki hunian.

Rusunawa juga memiliki dua tipe, yakni tipe 21 dan 24. Untuk tipe 21 diperuntukan bagi orang yang lajang sementara tipe 24 diperuntukan untuk seseorang yang telah berkeluarga.

“Sewa bayaranya murah, di Jakarta kira-kira Rp 250 lah per bulan. Ukurannya ada tipe 21 untuk lajang dan 24 untuk yang sudah berkeluarga,” tuturnya.

Kemudian, Rusunawa juga sedang direncanakan dapat dibeli sebagai hak milik. Rencana tersebut bisa dimiliki bagi seseorang dengan UMR di atas Rp 4 juta/bulannya.

Selain Rusunawa, Khalawi mengatakan pemerintah juga memiliki program 1 juta rumah. Program ini dinilai cukup efektif mengatasi masalah ini karena perkembangan yang baik.

“Nah ini sekarang 2017 totalnya sudah sekitar 2,7 juta. Tahun pertama 2015 sudah 660 ribuan, 2016 805 ribu dan tahun ini targetnya 1 juta. Ini terlihat lah perkembangannya,” ucapnya.

Sebab, program 1 juta rumah juga sudah mampu mengurangi angka backlog sebesar 2,5 juta. Penurunan tersebut dari angka sekitar 7,6 juta dan mencapai angka 5 jutaan

Sementara itu, selain program Rusunawa dan program 1 juta rumah, pemerintah juga akan mengadakan progam rumah deret susun. Program rumah deret susun diharapkan bisa menuntaskan kawasan perkumuhan.

“Juga bakal ada rumah deret susun dengan konstruksi ringan. Paling 2 tingkat. Harapannya untuk menuntaskan kawasan perkumuhan. Itu rencananya 2018-2019,” tutupnya. PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : finance.detik