Para Pemuka Agama akan Mengadakan Rapat Musyawarah | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) akan menggelar Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa. Acara ini digelar tanggal 8-10 Februari 2018 di Jakarta.

“Kantor UKP-DKAAP akan menyelenggarakan satu kegiatan yang diberi nama musyawarah besar pemuka agama untuk kerukunan bangsa. Insyaallah akan diselenggarakan 8,9,10 Februari 2018 di Jakarta,” kata UKP-DKAAP Din Syamsuddin.

Pernyataan ini disampaikan Din di Gedung Sekretariat Negara, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/1/2018). Hadir Sekretaris Umum PGI pendeta Gomar Gultom, Ketua Umum Matakin Uung Sendana, Romo Agustinus Ulahayanan dari KWI, Nyoman Udayana Sangging dari PHDI, serta Prof Philip K Wijaya dari Walubi.

Tema dari acara tersebut adalah ‘Rukun Bersatu Kita Maju’. Acara ini akan melibatkan 450 orang pemuka agama dari berbagai agama dan berbagai daerah di Indonesia.
“Permusyawaratan ini akan menempuh pendekatan dialog yang dari hati ke hati bahwa pertemuan ini adalah ajang silahturami di antara pemuka agama untuk masalah-masalah yang ada masalah yang real dan khususnya yang bersifat fundamental, strategis, sistemik bukan masalah imajinatif yang diharapkan menghasilkan kesepakatan,” ujar Din.

Din mengatakan, pemusyawaratan para pemuka agama ini akan menghasilkan kesepakatan. Kesepakatan tersebut nantinya akan diberikan kepada Presiden Jokowi.

“Musyawarah ini akan menghasilkan kesepakatan itu akan kita bawa ke presiden untuk menerima audiensi peserta musyawarah,” ucap Din.

Setelah acara Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa usai, esok harinya akan dilanjut dengan acara Pekan Kerukunan Agama. Acara ini direncanakan akan melibatkan masyarakat dari berbagai agama dan latar belakang.

“Insyaallah setelah acara musyawarah ini akan diikuti perayaan agenda PBB, World Interfaith Harmony Week atau pekan kerukunan agama di Jakarta tanggal 11-nya,” tutur Din.  PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : news.detik