Rekomendasi Harga Emas 19 – 23 Oktober 2020: Jelang Pilpres AS Tetap Naik? | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Harga emas stabil di area $1,900 per ons. Ketidakpastian saat ini merupakan kata-kata di pasar menjelang pemilihan presiden AS yang tinggal dua minggu lagi. Pemicu utama pergerakan harga emas tetaplah negosiasi stimulus fiskal AS dan reaksi dolar AS terhadapnya. Emas dan saham saat ini sangat mengikuti perkembangan paket stimulus AS.

Saat ini, emas kemungkinan akan tetap bergerak di rentang harga yang terbatas antara $1,880 dengan $1,930 per ons. Emas saat ini sedang mengikuti pergerakan harga saham dan dolar AS. Untuk naik lebih tinggi, harga emas harus menembus $1,925 sementara untuk bergerak turun harus menembus $1,880. Sentimen sampai saat ini masih “bullish” bagi harga emas.

Paket stimulus kemungkinan tidak akan berhasil dicapai sebelum tanggal pemilihan presiden AS berlangsung tanggal 3 November. Perkembangan terakhir mengatakan bahwa Trump secara personal meminta Senat Republikan untuk mendukung setiap kesepakatan yang dicapai. Namun, pemimpin mayoritas Senat, Mitch McConnel menolaknya dan menyatakan bahwa dia tidak akan bisa menjual paket stimulus dalam jumlah yang lebih besar kepada anggota-anggotanya.

Pergerakan harga emas berkaitan langsung dengan stimulus karena metal berharga ini digerakkan oleh inflasi. Semakin banyak uang yang dicetak pemerintah, semakin banyak dolar AS terdepresiasi. Pada saat matauang AS terdevaluasi, hal ini akan mendorong naik harga emas karena dolar AS adalah matauang cadangan dunia.

Sebelum ataupun sesudah pemilihan presiden, stimulus pada akhirnya akan diloloskan oleh siapapun pemenangnya karena diperlukan untuk menaikkan lebih banyak belanja. Jadi siapapun pemenangnya, harga emas akan naik pada akhirnya.

Jumlah yang akan dikeluarkan oleh Biden kemungkinan akan lebih banyak, sementara Trump akan membelanjakan uangnya dengan lebih terarah. Namun terpilihnya kedua presiden ini akan baik bagi kenaikan harga emas.

Elemen lain yang akan mendorong naik harga emas adalah kekuatiran investor mengenai kenaikan kasus Covid – 19 diseluruh dunia karena bisa diterapkan lockdown yang baru yang membebani sentimen pasar.

Investor global sedang memperhatikan perkembangan terakhir virus corona yang mengalami kenaikan di Eropa dan sebagian AS. Di era belum ada vaksin, pemulihan ekonomi sebuah negara sangat tergantung kepada bagaimana negara tersebut bisa mengendalikan virus corona. Bila tidak bisa dikendalikan ekonomi negara tersebut bisa melambat atau bahkan turun. Hal ini menguntungkan metal berharga emas.

Dengan tinggal dua minggu lagi pemilihan presiden AS akan berlangsung, ada alasan pasar untuk kuatir, karena ada kemungkinan hasil pemilihan diperdebatkan dan bahkan ada kemungkinan bisa terjadi kerusuhan. Hasil pemilihan belum pasti dan resiko politik bisa memukul harga saham. Apabila terjadi aksi jual saham secara dramatis sebelum atau sesudah pemilihan, emas akan ikut terpukul karena investor akan menaikkan likuiditasnya, meskipun hanya temporer.

Harga emas sekarang berada di $1,899.41 yang berarti sudah berada pada “support” terdekatnya. Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” berikutnya di $1,885.00 dan kemudian $1,851.00. Sedangkan kenaikan selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,925.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,930.60 dan kemudian $1,939.40. PT KONTAK PERKASA FUTURES
 
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting