Rekomendasi Harga Emas 9 September 2020: Melemah Karena Naiknya USD & Turunnya Minyak | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Harga emas melemah pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat ditengah kecenderungan turun diluar pasar metal yang menyebabkan harga minyak mentah turun tajam dan indeks dolar AS menguat secara solid.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $8.30 pada $1,917.90 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.015.000,- per gram, turun Rp 5000,-

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam dengan saham-saham Asia kebanyakan menguat dan saham-saham Eropa kebanyakan melemah. Setelah berakhirnya liburan akhir minggu yang panjang dan liburan musim panas yang tidak resmi, para trader dan investor lebih enggan menghadapi resiko memulai minggu perdagangan yang baru.

Sementara ketegangan yang baru antara Amerika Serikat dengan Cina meningkat dengan Amerika Serikat dikabarkan sedang mempertimbangkan melarang sebagian atau keseluruhan produk yang dibuat dengan kapas dari provinsi Xinjiang Cina. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia berencana untuk mengakhiri ketergantungan Amerika Serikat terhadap Cina. Hal ini membuat penurunan harga emas menjadi tertahan.

Poundsterling Inggris terus mengalami tekanan jual dengan semakin retaknya hubungan antara Uni Eropa dengan Inggris. GDP zona Euro kuartal kedua muncul sedikit lebih baik daripada yang diperkirakan, turun 11.8% dari kuartal pertama dan turun 14.7% secara tahunan.

Harga minyak mentah Nymex turun solid menyentuh kerendahan selama 6 minggu dan diperdagangkan disekitar $37.45 per barel. Indeks dolar AS naik solid pada awal perdagangan.

Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,917.64 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,905.00 dan kemudian $1,900.00. Sedangkan kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,939.10 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,950.00 dan kemudian $1,992.50. PT KONTAK PERKASA FUTURES

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting