Rekomendasi Mingguan Emas 26 – 30 April 2021: Apakah Bisa Tembus $1.800 ? | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Emas berusaha menembus $1,800 pada minggu lalu, suatu level yang apabila berhasil dilewati akan bisa membawa metal berharga ini naik ke atas $1,900 per ons.

Meskipun dorongan naik ke atas $1,800 tidak berhasil pada saat sekarang ini, para analis tetap optimis akan arah harga emas secara jangka pendek. Outlook yang positip ini, Sebagian besar disebabkan oleh aksi jual bitcoin baru-baru ini dan rencana Gedung Putih untuk menaikkan menjadi dua kali lipat pajak capital gains atas orang kaya AS.

Saat ini emas berjangka Comex kontrak bulan Juni diperdagangkan disekitar $1,777 per troy ons.

Matauang kripto yang popular turun lebih dari 9% pada hari Jumat, menjadikan minggu terburuk dalam hampir dua bulan. Hal ini terbukti menguntungkan terhadap emas yang sebelumnya telah kehilangan popularitas melawan bitcoin.

Gedung Putih berencana menaikkan pajak untuk sebagian investor dengan ketinggian yang bisa mencapai 43.4%. Ini adalah terlalu besar. Negara lain yang memiliki pajak capital gains di dunia paling tinggi adalah 30%, umumnya disekitar 20%.

Jika struktur pajak menjadi kurang disukai oleh para investor yang memegang harta yang dihargai dalam dollar AS, mereka akan mencari tempat lain untuk menaruh uangnya.

Salah satu yang bisa menekan turun harga emas pada minggu ini yang lainnya adalah data makroekonomic yang positip.

Ekonomi AS sedang meningkat akibat vaksin dan stimulus fiskal yang diberikan. AS telah memvaksin 40% dari populasinya paling tidak dengan satu suntikan, dan membuat kurva infeksi menjadi mendatar.

Rencana belanja infrastruktur dalam jumlah yang besar sedang di diskusikan di Washington, setiap perkembangan bisa menggerakkan pasar.

Order durable goods untuk bulan Maret diperkirakan naik secara moderat setelah penurunan yang terjadi pada bulan Februari. Namun, setelah NFP dan Retail Sales naik substansial secara mengejutkan, angka yang besar pada akhir bulan tidak bisa diabaikan. Dan data ini akan masuk dalam penghitungan angka pertumbuhan ekonomi yang akan keluar pada hari Kamis.

Statistik GDP rilis yang pertama untuk kuartal kesatu kemungkinan bervariasi, dengan bulan pertama dari tahun ini adalah periode transisi. Januari adalah bulan dimana infeksi Covid sedang meroket. Februari adalah campuran antara mulai membaiknya situasi virus namun datang badai musim dingin yang membekukan. Maret adalah saat dimana ekonomi mulai mengalami pemulihan yang massif.

Rilis laporan GDP kemungkinan akan menutupi laporan klaim pengangguran mingguan, namun angka Personal Consumption Expenditure inti pada hari Jumat akan menarik perhatian pasar karena merupakan alat ukur inflasi yang dipakai oleh the Fed. Setiap kenaikan kearah target bank sentral AS di 2% bisa menggerakkan pasar.

Event minggu ini adalah keputusan tingkat bunga dari Federal Reserve pada hari Rabu. Bank sentral paling berkuasa di dunia ini diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah namun bisa memberikan signal mengenai pergerakan yang akan datang. Sebagian partisipan pasar berspekulasi bahwa the Fed akan memberikan tanda-tanda mengenai rencana untuk mengurangi pembelian obligasi pada bulan Juni pada saat akan merilis proyeksi ekonomi yang baru. Hal ini bisa mendorong naik dollar AS.

Jika the Fed menahan diri untuk tidak memberikan indikasi mengenai pergerakan yang akan datang, investor akan fokus kepada dua mandate dari the Fed yaitu employment dan inflasi. Dalam hal employment, Powell pasti akan menekankan pentingnya memperhatikan 8,4 juta orang Amerika yang belum mendapatkan pekerjaan sehingga perlu diberikan lebih banyak dukungan moneter. Namun bagaimana halnya dengan penurunan tajam di dalam klaim pengangguran? Optimisme mengenai employment akan bisa mendorong naik dollar AS.

Dilemma yang sama dihadapi oleh the Fed dalam hal inflasi. Menurut publikasi terakhir, Consumer Price Index memang tetap rendah, mendukung sikap the Fed yang mengatakan kenaikan yields AS bersifat transitory. Namun, kekurangan supply dan keputusan Procter & Gamble untuk menaikkan harga bisa mendorong naik inflasi. Setiap kenaikan harga bisa mendorong naik dollar AS.

Mengakui outlook yang membaik dan memberikan tanda-tanda mengenai tindakan yang akan datang bisa mendorong naik dollar AS, sementara tetap mempertahankan kebijakan yang sangat akomodatif bisa membebani dollar AS.

“Support” terdekat menunggu di $1,775.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,763.50 dan kemudian $1,737.73. “Resistance” terdekat menunggu di $1,791.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800.00 dan kemudian $1,809.40. PT KONTAK PERKASA FUTURES

vibiznews.com