Rekomendasi Mingguan Emas 4 – 8 Oktober 2021: Bersiap Naik? | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Setelah sempat bertahan di support kuat di $1,750, harga emas sempat turun ke kerendahan selama 6 minggu di $1,720 karena naik tingginya yields AS sebelum akhirnya berhasil naik kembali ke $1,760 dengan munculnya kembali keengganan terhadap resiko di pasar dan datangnya arus safe-haven.

Resiko stagflation kembali muncul dengan krisis energi mengintip dan membangkitkan kembali ketakutan inflasi yang pernah terjadi pada waktu yang lalu. Hal ini adalah kabar baik bagi emas, yang terbukti pada minggu ini mendatangkan minat beli yang kuat di bawah level $1,750 per ons.

Setelah jatuh ke $1,720 per ons pada pertengahan minggu, emas membuat pemulihan dua digit yang cepat dan yang mengejutkan ke $1,760 pada hari Jumat minggu lalu.

Tekanan turun yang original terhadap emas datang pada saat pasar menyiapkan diri terhadap “tapering” yang akan dilakukan oleh Federal Reserve pada bulan November. Hal ini mendorong yields treasury AS dan dollar AS naik sementara pada saat yang bersama membuat tekanan turun yang kuat terhadap emas.

Apa yang menggerakkan emas turun pada hari-hari ini adalah pasar memperhitungkan harga dalam keluarnya the Fed dari memberikan stimulus ekonomi. Baik “tapering” maupun potensi kenaikan tingkat suku bunga yang muncul ke horizon diperhitungkan di dalam harga. Sebagai akibatnya ada penghitungan kembali harga di pasar treasury yang substansial, dan ini menjadi hal utama yang membebani harga emas.

Namun performa emas yang kuat pada akhir dari minggu ini menunjukkan bahwa nasib emas masih jauh dari berakhir, dengan ketakutan yang baru akan stagflasi dan outlook tehnikal yang baru bagi metal kuning masih cukup menjanjikan.

Stagflasi menjadi tema yang semakin meningkat di pikiran orang-orang secara kolektif. Fakta bahwa emas berhasil rally meskipun jatuh di bawah $1,750, telah mengubah outlook tehnikal. Dari perspektif ini kita bisa melihat harga emas akan bisa naik. Level $1,750 sekarang menjadi support. Dan level $1,800 menjadi resistance. Emas mengakhiri minggu yang bergelora ini dengan kecenderungan bullish.

Ada banyak isu rantai supply dan inflasi. Meskipun emas kekurangan daya tarik safe-haven pada saat itu, naiknya harga energi pada saat sekarang ini bisa membuat harga emas naik kembali. Jika harga minyak terus mengalami kenaikan, akan menyeret naik harga emas bersamanya.

Minggu ini debat mengenai batas atas hutang AS akan berlanjut. Walaupun pemerintah AS berhasil menghindari diri dari penutupan aktifitas federal secara parsial karena Senat dan House AS meloloskan undang-undang untuk membuat pemerintah tetap didanai sampai tanggal 3 Desember, kemungkinan gagal bayar pada tanggal 18 Oktober masih membebani pasar.

Treasury Secretary AS Janet Yellen mengatakan bahwa jika batas atas hutang pemerintah AS tidak dinaikkan akan terjadi krisis keuangan yang bisa merusak kepercayaan akan dollar AS sebagai matauang cadangan dunia dan membawa kerusakan ekonomi yang besar.

Meskipun ada ketakutan akan hal ini, dampaknya terhadap harga emas kemungkinan tidak signifikan, karena kemungkinan besar bisa diselesaikan.

Dari perspektif tehnikal, area $1,730 per ons akan tetap menjadi level yang popular untuk orang membeli emas. Apabila level ini berhasil ditembus, harga emas bisa turun ke $1,690.

Sebaliknya emas bisa naik kembali melewati level $1,800 ke $1,830.

Di AS, kepala the Fed Powell mengatakan bahwa segala sesuatu sudah mencapai target kecuali employment. Sementara kubu hawkish di bank sentral Inggris tidak memerlukan indikator lainnya, angka Nonfarm Payrolls untuk bulan September yang mengecewakan bisa mengubah gambaran yang ada sekarang ini.

Setelah kenaikan pekerjaan yang mengecewakan sebanyak 235.000 pada bulan Agustus, kemungkinan akan terjadi kenaikan yang lebih signifikan pada bulan September.

Pertumbuhan tetap kuat, sementara angka Durable Goods Order dan Penjualan Ritel mengarah naik permintaannya.

Penghasilan rata-rata perjam juga mendapatkan perhatian, karena mengandung tekanan inflasi. Setelah upah naik 4.3% pada bulan lalu, saat ini kemungkinan turun. Jika NFP umum mengecewakan namun gaji naik, hal ini kemungkinan bisa cukup untuk membuat the Fed tidak jadi melakukan tapering pada saat ini.

Setelah beberapa kali memberikan angka yang tidak sama dengan angka NFP, angka tenaga kerja sektor swasta dari ADP memberikan angka yang sama dengan NFP sehingga sekarang ditanggapi lebih serius.

PMI Jasa dari ISM juga kritikal. Jika angka yang keluar dari PMI Jasa dari komponen employment ternyata bagus, investor akan menaikkan ekspektasi dari laporan pekerjaan.

Mendekati tanggal 18 Oktober dimana jatuh tempo batas atas hutang AS, pasar bisa menjadi cemas. Para pembuat undang-undang di AS masih harus berjuang untuk mengatasinya.

“Support” terdekat menunggu di $1,740 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,725 dan kemudian $1,690. “Resistance” terdekat menunggu di $1,774 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,788 dan kemudian $1,800. PT KONTAK PERKASA FUTURES

vibiznews.com