Saham BUMN Tak Lagi Jadi Penyelamat IHSG | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Sejak diumumkan kasus pertama penderita COVID-19 di Indonesia, pasar modal mengalami gejolak luar biasa. Banyak saham yang terjun bebas, menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun begitu dalam.
Kejatuhan IHSG ini serupa dengan kejadian krisis-krisis sebelumnya. Namun yang berbeda, pada saat pulih nanti, saham-saham BUMN tidak lagi menjadi penggeraknya.

Kepala Riset Praus Capital, Alfred Nainggolan menerangkan, pada krisis 2008 saham-saham BUMN pulih lebih cepat dibandingkan dengan pasar. IHSG butuh 16 bulan untuk pulih, sedangkan saham BUMN saat itu pulih hanya butuh waktu 10 bulan.

“Jadi 10 bulan dari level paling bawah saham BUMN sudah bisa pulih kembali. Pada 2009 saham-saham BUMN sudah pulih, baik itu perbankan, infrastruktur, dan energi,” tuturnya saat diskusi virtual, Minggu (26/4/2020).

Tapi kondisi saat ini sedikit berbeda dengan 2020. Saham-saham BUMN diperkirakan tak bisa lagi menjadi penggerak IHSG, malahan pemulihan saham-saham BUMN diprediksi akan lebih lama ketimbang IHSG.

“Saham-saham BUMN akan lebih lama recovery-nya,” tuturnya.

Lalu, mengapa saham BUMN tak lagi jadi penyelamat IHSG?

Sebab belakangan ini saham-saham BUMN rata-rata dinaungi sentimen negatif, baik dari segi fundamental maupun rumor. Buktinya rata-rata saham BUMN saat ini kapitalisasinya turun 37,8%, sedangkan saham emiten non BUMN turun sekitar 25,4%.

“Saham BUMN memang punya kinerja lebih buruk dibandingkan emiten non BUMN. Jadi dari sisi persepsi lebih berat dalam 5 tahun terakhir. Artinya saham-saham BUMN sulit untuk mengulang seperti di 2007-2008,” terangnya.

Oleh karena itu, Alfred memprediksi ketika pasar modal Indonesia mulai pulih nanti akan didorong oleh saham-saham non BUMN. Sedangkan saham BUMN akan pulih jauh lebih lama dari pulihnya pasar. PT KONTAK PERKASA FUTURES

detik.com