Toshiba Perkenalkan Pembangkit Listrik Virtual | PT KONTAK PERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Di era serba digital ini, segala sesuatu kini mulai beralih ke era virtual seperti bitcoin dan uang digital. Tak hanya itu, saat ini dunia virtual pun juga merambah ke sektor energi.

Dalam pengembangan energi listrik, sesuai sifatnya, jumlah listrik yang dihasilkan sama dengan jumlah yang dikonsumsi. Artinya perusahaan listrik yang menangani produksi, transmisi dan distribusi tenaga listrik secara konstan menyesuaikan tingkat keluarannya untuk memenuhi antisipasi konsumsi, dan untuk menjaga keseimbangan dinamis antara penawaran dan permintaan. Jika upaya itu gagal, dan pasokan menjadi tidak stabil, maka pemadaman listrik terjadi.

Selain itu, dalam produksi pembangkit listrik, kini juga mulai memperhatikan masalah bagaimana mengamankan energi yang stabil sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim serta efisiensi biaya. Oleh karena itu diperlukan energi terbarukan untuk jawaban ke depan.

Saat ini, pengembangan energi listrik ramah lingkungan juga terus diupayakan. Seperti tenaga angin, panel surya di atap rumah yang bisa menjadi peningkatan efisiensi produksi listrik dan pengurangan biaya. Namun, pembangkit listrik tersebut memiliki kelemahan, seperti tenaga surya yang tidak akan menghasilkan di malam hari.

Sementara baru-baru ini, baterai penyimpanan juga telah menemukan pemanfaatannya secara lebih luas. Apalagi dengan kehadiran kendaraan elektrik yang ramah lingkungan, juga menjadi salah satu pemanfaatannya.

Salah satu perusahaan yang menggarap proyek energi listrik, Toshiba, kini mulai memperkenalkan teknologi baru untuk dapat memberikan solusi dalam meningkatkan efisiensi pengembangan pembangkit listrik. Dalam situs resminya seperti yang dilihat detikINET, Kamis (25/4/2019), Toshiba kini memasuki teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengontrol peralatan dan perangkat dari jarak jauh.

Selain itu juga mengandalkan teknologi AI untuk dapat memberikan perkiraan akurat pembangkit listrik dari energi terbarukan dan permintaan konsumen.

Toshiba memperkenalkan pembangkit listrik virtual yang dikenal dengan Virtual Power Plant (VPP). VPP membawa teknologi manajemen energi canggih ke sumber pembangkit energi yang tersebar. Ini mengikat mereka bersama dalam jaringan dan menerapkan IoT dan AI untuk menggabungkan keluaran dan mengendalikan koneksi mereka ke jaringan.

“Ini adalah dasar utama. Digunakan untuk mewujudkan penyesuaian kecil dan pembangkit nir-limbah, mereka juga akan berkontribusi pada salah satu keprihatinan kami yang paling mendesak, dekarbonisasi dari masyarakat,” tulis Toshiba, dalam laman resminya.

Dalam penjelasannya, titik-titik pembangkit listrik yang kecil dan terisolasi dapat digunakan dalam load-leveling yang dikombinasi dan dikelola oleh VPP untuk menyerap kelebihan pasokan dari energi terbarukan, dan memberikan pasokan selama kekurangan.

Untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen ini, VPP mampu mengontrol kelancaran berbagai fasilitas pembangkit listrik terdistribusi dan fasilitas penyimpanan daya secara real time.

Seiring kemajuan tahun 2020-an dan pasar pasokan energi baru ini tumbuh, Toshiba menilai, VPP akan memainkan peran dalam pengelolaan sumber daya yang didistribusikan secara luas. Potensi pemanfaatannya bisa diterapkan di berbagai tempat seperti di kantor, pabrik dan rumah, dan bahkan mobil listrik.

“Di masa depan, VPP akan memiliki peran yang sangat diperlukan untuk mewujudkan masyarakat yang terdekarbonisasi,” tulis Toshiba. PT KONTAK PERKASA FUTURES