Impor Sayur dan Buah dari China Tetap Dibuka, Aman dari Corona? | PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA SURABAYA – Hebohnya virus corona membuat pemerintah Indonesia melakukan sejumlah pelarangan impor dari China, seperti melarang seluruh impor hewan hidup dari China. Lantas, bagaimana dengan sayuran dan buah-buahan?

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi mengatakan tidak akan mengeluarkan rekomendasi pelarangan impor dari China untuk sayur dan buah-buahan.

“(Kementan bakal mengeluarkan rekomendasi larangan impor buah-buahan dan sayuran dari China) enggaklah. Kan pak Menteri Perdagangan (Agus Suparmanto) sudah bilang bahwa itu nggak pengaruh. Kementan itu pasti berdasarkan Kemenkes, Kemendag, yang tahu kan dia,” kata Agung di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020).

Agus menjelaskan, produk holtikultura tidak berpengaruh sebagai sumber penularan virus corona. Hanya saja, yang dikhawatirkan dari virus corona yaitu akan mengurangi kebutuhan, lantaran produksi dari China terganggu.

“Selama ini nggak ada masalah. Yang dikhawatirkan kan begini, di sana lagi kena wabah ada nggak yang panen? Ada nggak produksinya? Nah itu yang dimasalahkan. Itu yang kemudian akan mengurangi jumlah yang kita butuhkan,” tuturnya.

Berdasarkan catatan detikcom, buah-buahan seperti apel dan jeruk mandarin diimpor dari China. Menurut data BPS, angka impor apel di November 2019 mencapai US$ 56,16 juta. Angka itu naik 120,98% jika dibandingkan impor apel di Oktober US$ 25,41 juta.

Untuk produk jeruk mandarin impor di November mencapai US$ 12,8 juta. Angka itu naik 190% jika dibandingkan posisi Oktober 2019 sebesar US$ 4,4 juta.

Lantas, pangan yang dikirim dari China aman nggak tuh?

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Anton Prihastono mengatakan produk pangan yang diimpor dari China aman dikonsumsi, jika sudah lolos pemeriksaan dari karantina.

“Informasi sampai saat ini aman (produk pangan dari China dikonsumsi). Walaupun kita harus tetap waspada dan hati-hati. Nanti karantina yang bertugas supaya betul-betul aman dikonsumsikan. Kalau sudah lolos (karantina) berarti aman,” kata Anton saat dihubungi detikcom, Minggu (9/2/2020).

Lebih lanjut, Anton menjelaskan, produk holtikultura tidak berpengaruh sebagai sumber penularan virus corona.

“Dari produk pangan informasinya tidak menularkan virus corona. Tapi kehati-hatian harus tetap diperlukan secara pastinya,” tuturnya.

Terbukti sampai saat ini pemerintah masih membuka impor pangan dari China. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi pun mengatakan tidak akan mengeluarkan rekomendasi pelarangan impor dari China untuk sayur dan buah-buahan.

“(Kementan bakal mengeluarkan rekomendasi larangan impor buah-buahan dan sayuran dari China) enggaklah. Kan pak Menteri Perdagangan (Agus Suparmanto) sudah bilang bahwa itu nggak pengaruh. Kementan itu pasti berdasarkan Kemenkes, Kemendag, yang tahu kan dia,” kata Agung di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020). PT KONTAK PERKASA

detik.com