Kenalan dengan Terapi Sengat Lebah yang Diklaim Bikin Kolesterol Turun | PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA SURABAYA – Siapa yang pernah ‘sengaja’ disengat lebah? Terapi sengatan lebah sebenarnya cukup populer. Terapi yang disebut Apitherapy ini ternyata juga pernah dijalani oleh sejumlah artis seperti Gwyneth Paltrow untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

“Aku pernah disengat lebah-lebah. Ini pengobatan ribuan tahun yang disebut apitherapy,” katanya dikutip Health.

“Orang-orang melakukannya untuk menyingkirkan peradangan dan luka. Ini lumayan luar biasa kalau kamu melakukan riset soal ini. Tapi, man, ini sakit!” lanjutnya.

Baru-baru ini  melakukan terapi sengat lebah di ‘Bekam, Totok Darah, dan Sengat Lebah’ yang ada di komplek Wiladatika 8, Cibubur, Jakarta Timur. Kami dipandu oleh Hardianto (43) yang sudah menjadi terapis selama bertahun-tahun.

“Sengatan lebah sebenarnya dari luar, dari daerah timur, seperti kayak di Arab Saudi, China, dia dipadukan terapi tusuk jarum yang dikenalnya di Madu Pramuka sekitar tahun 80-an,” kata pria yang akrab disapa Yanto.

“Kalau pusat ternak di jawa tengah karena banyak perkebunan dan pakan lebah, kalau di sini pusat edukasi dan percontohan perkemangan lebah. Ada dibagian taman wisata lebah.”

Ia menuturkan terapi sengat lebah pertama kali diperkenalkan seseorang bernama Ariman, kemudian sampai sekarang terapisnya sudah bertambah banyak. Total ada enam terapis yang biasa mengerjakan terapi sengat lebah, terapi lintah, sampai bekam dan totok darah.

Terapi ini pun menjadi semakin populer. Dulu tempat ini banyak didatangi oleh artis hingga pejabat, namun akhir-akhir ini publik figur sudah berkurang untuk menjadi ‘pasien’ di sini.

“Sebenarnya untuk sengat lebah ini ramai 8 tahun ke belakang, karena mereka banyak yang belum tahu dan ingin tahu. Sekarang sudah agak berkurang karena mungkin banyak terapi-terapi lainnya,” kisah pas Yanto.

Menurut Yanto orang-orang yang datang ke terapi sengatan lebah ini biasanya yang mengalami masalah yang berhubungan dengan saraf atau otot misalnya kita keseleo atau pusing-pusing pegal, tekanan darah tinggi, kolesterol, saraf kejepit, dan untuk melancarkan peredaran darah. Akan tetapi tidak dapat dipastikan berapa kali ‘pasien’ harus kembali menjalani terapi sampai keluhannya hilang.

“Kalau sengatan ini kan ada yang nanya ‘Pak, saya kembali kapan? Berapa kali?’ Itu tidak bisa ditentukan. Karena walaupun sakitnya beda antar orang itu berbeda-beda kondisi kekutan tubuhnya, yang satu kali sembuh, yang 5-7 kali belum tentu,”

Dijelaskan oleh Yanto, efek dari terapi akan mulai terasa pada hari keempat karena racun bekerja selama tiga hari. Uniknya, Yanto mengungkap bahwa hampir semua titik di tubuh bisa dilakukan terapi sengatan lebah, kecuali telapak tangan dan telapak kaki. Yanto menjelaskan kedua tempat tersebut menjadi memiliki banyak saraf sehingga pasti lebih mudah bengkak.

“Sebenarnya bukan enggak boleh, rasanya lebih sakit selain di muka. Kalau ada gangguan mata itu dikasih di pelipis, kemudian sinus di hidungnya, yang kayak stroke mulutnya itu lehernya. Lidah juga ada yang susah bicara, tapi sakitnya lumayan, sakit banget,” jelas Yanto. PT KONTAK PERKASA

sumber : health.detik