Kopi untuk Asam Lambung | PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA SURABAYA – Bagi masyarakat urban, ngopi adalah syarat memulai hari dan obat anti ngantuk menjelang sore. Kebiasaan ini agak sulit dilakukan bagi yang mengalami gangguan asam lambung, atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). GERD ditandai nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung.

GERD kerap dikaitkan dengan keasaman kopi, meski fakta mengatakan sebaliknya. Nutrisionis Monica Reinagel mengatakan, kopi dengan paling asam hanya memilih pH 4,7 sama dengan pisang. Sementara kopi hitam rata-rata hanya punya pH sekitar 5.

“GERD diakibatkan respon asam lambung pada kandungan kopi, bukan tingkat keasaman,” katanya, dikutip dari Scientific American.

Kandungan asam klorogenik dan kafein merangsang produksi asam lambung. Sedangkan N-methylpyridinium (NMP) menahan pelepasan asam yang menimbulkan iritasi lambung. Reinagel menyarankan penderita GERD mengonsumsi kopi tinggi NMP, serta rendah kafein dan asam klorogenik. Namun kriteria ini sulit ditemukan dalam kemasan kopi.

Untuk menangani hal tersebut, Reinagel menyarankan memilih kopi yang dipanggang hingga hitam (dark roast). Kopi yang lama dibakar dapat meningkatkan kandungan NMP dan menurunakan asam klorogenik. Kopi sebaiknya dihidangkan dalam kondisi dingin, atau cold brew yang bersifat basa. Kopi cold brew mengekstrak lebih sedikir asam klorogenik daripada yang dihidangkan dengan cara biasa.

Saran lainnya adalah menambahkan susu dalam kopi yang akan diminum. Susu mengikat asam klorogenik, yang menekan stimulasi produksi asam lambung. Dengan saran tersebut, latte adalah kopi terbaik untuk penderita asam lambung. Latte terbuat dari biji kopi yang dipanggang lama (very dark bean), serta susu yang menekan produksi asam lambung. PT KONTAK PERKASA

Sumber : health.detik