Mi Instan Vs Kerupuk | PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA SURABAYA – Makan mi instan dan kerupuk hampir pasti enak dan mengenyangkan. Namun berlebihan makan mi instan dan kerupuk berisiko memicu gangguan metabolisme. Metabolic syndrome, demikian para ahli menyebutnya, adalah akar penyakit diabetes serta gangguan jantung dan pembuluh darah, yang banyak diidap generasi masa kini.

Mie instan adalah hidangan siap saji yang kaya kandungan MSG (Monosodium Glutamat) dan karbohidrat. Sementara, gorengan kerupuk adalah makanan pendamping dengan kadar lemak yang tinggi. Dikutip dari berbagai sumber, mi instan kemasan 85 gram lengkap dengan bumbunya mengandung 460 kalori. Hidangan tersebut juga mengandung 18,8 gram lemak dan 66 gram karbohidrat.

Sebanyak 100 gram kerupuk bawang mengandung sekitar 480 kalori. Kandungan ini serupa dengan 6 buah kerupuk aci ukuran kecil dengan jumlah yang sama. Kerupuk aci 100 gram mengandung 476 kalori, 21,1 gr lemak dan 71,3 gr karbohidrat. Jumlah kandungan kalori, karbohidrat, dan lemak dalam mi instan dan kerupuk ternyata nyaris sama.

Dengan fakta ini, maka sebetulnya tak ada yang lebih aman antara mi instan dan kerupuk. Keduanya berbagi risiko menyebabkan obesitas dan overweight yang terkait dengan gangguan metabolisme. Obesitas diindikasikan dengan indeks massa tubuh lebih dari 30 km/m2, sedangkan overweight berada di kisaran 25 hingga 30 kg/m2.

Risiko kelebihan berat badan bisa ditekan dengan tidak terlalu sering mengonsumsi kerupuk dan mi instan. Selain itu, konsumen harus memonitor keseimbangan asupan dan aktivitas fisik per hari. Olahraga, tidak merokok, serta kecukupan makan sayur dan buah menjaga kesehatan konsumen sehingga terhindar dari metabolic syndrome. PT KONTAK PERKASA

Sumber : health.detik