PBB Meminta KORUT Untuk Tetap Berkomunikasi dalam Upaya Menghindari Perang | PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA SURABAYA – Pejabat senior PBB mengatakan pada tokoh Korea Utara bahwa ada “kebutuhan mendesak” agar negara itu tetap berkomunikasi dengan PBB untuk menghindari risiko perang.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan setelah kunjungan Wakil Sekretaris Jenderal untuk Hubungan Politik Jeffrey Feltman yang bertemu dengan sejumlah pejabat Korut termasuk Menteri Luar Negeri Ri Yong-ho.

Kedatangan Jeffrey Feltman ini merupakan kunjungan pejabat tertinggi di PBB yang pertama mengunjungi Korut dalam enam tahun terakhir.

Dalam pertemuan dengan PBB, Korea Utara mengatakan setuju untuk melakukan komunikasi rutin dengan PBB.

Ketegangan seputar program nuklir Korea Utara meningkat drastis setelah uji coba rudal pada pekan lalu. Korea Utara mengatakan rudal itu yang paling canggih, dapat menjangkau benua AS.

Uji coba ini merupakan rangkaian uji coba nuklir dan rudal yang dilakukan untuk menentang sanksi PBB.

Sementara itu, Korea Selatan dan AS telah melakukan pelatihan militer bersama dalam skala besar untuk unjuk kekuatan.

‘Kebijakan AS yang bermusuhan’

PBB melanjutkan program penyediaan makanan, pertanian dan bantuan kesehatan di Korea Utara, namun terakhir pejabat senior yang berkunjung ke negara itu pada 2011.

Setelah pertemuan dengan Wakil Sekretaris Jenderal untuk Hubungan Politik Feltman, seluruh pejabat senior Korut sepakat “situasi terakhir merupakan yang paling menegangkan dan membahayakan perdamaian serta masalah keamanan di dunia pada saat ini”, menurut pernyataan tersebut.

“Memperhatikan kebutuhan mendesak untuk mencegah salah perhitungan dan membuka saluran untuk mengurangi risiko konflik, Feltman menggarisbawahi bahwa komunitas internasional, yang khawatir dengan meningkatnya ketegangan, berkomitmen untuk mencapai sebuah solusi damai,” tambahnya.

Media pemerintah Korea Utara mengatakan ketegangan saat ini “menyiratkan kebijakan AS yang bermusuhan”.

Namun, dalam laporan mengenai kunjungan Feltman, media pemerintah Korut KCNA mengatakan kedua pihak sepakat untuk “berkomunikasi melalui kunjungan pada tingkat yang berbeda secara rutin di masa mendatang”.

Sebelum mengunjungi Pyongyang, Feltman melakukan pembicaraan di Cina, sekutu dekat Korea Utara dan mitra dagang utama.

Meskipun muncul desakan dari pemimpin dunia untuk menahan diri, pada tahun ini Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saling menghina satu sama lain, keduanya saling menyebut lainnya gila.

Kendati Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson telah mengatakan jalur komunikasi diantara kedua negara tetap terbuka.

Korea Utara berpendapat kapabilitas nuklirnya hanya untuk mencegah negara lain di dunia untuk menghancurkannya. PT KONTAK PERKASA

 

 

 

 

Sumber : news.detik