Rekomendasi Mingguan Emas 27 September – 1 Oktober 2021: Akankah Menembus Ke Bawah $1,700? | PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA SURABAYA – Harga emas bertahan di 1.1750 dengan kembalinya keengganan terhadap resiko di pasar pada akhir minggu ini, terbuka peluang naik bagi harga emas namun peluang naik ini ter-offset oleh kenaikan harga dollar AS yang naik bersamaan dengan naiknya yields treasury.

Pasar emas kemungkinan akan menghadapi test yang riil pada minggu ini, apakah bisa bertahan di atas level $1,700 per ons, Level ini adalah kritikal bagi metal berharga, yang sepanjang tahun 2021 sebagian besar berada di atas level $1,700 per ons. c

Bahkan pada saat ketakutan akan kasus Evergrande Cina menguasai pasar, emas gagal bergerak berkelanjutan di atas level $1,750 per ons.

Dan dengan naiknya yields treasury AS dan menguatnya dollar AS setelah pengumuman Federal Reserve yang hawkish, metal berharga emas bisa terancam mengetes level $1,700.

Level $1,700 ini berhasil bertahan di sepanjang tahun ini, kecuali pernah dalam sekejab turun ke arah $1,680 beberapa kali namun berhasil pulih kembali dengan cepat.

Emas selalu berhasil menemukan pembeli di bawah level ini. Namun apakah hal ini akan bisa berlangsung terus? Sementara para investor sekarang sedang bersiap-siap untuk the Fed mulai melakukan “tapering” di bulan November dan diselesaikan pada tahun depan.

Pola perdagangan emas sekarang ini adalah mula-mula emas mengalami rally karena adanya event yang mengandung resiko yang baru, namun kemudian menyerah melepaskan keuntungannya ketika ketegangan mereda.

Minggu ini, fokus akan bergerak ke debat mengenai batas atas hutang, dengan Treasury Secretary AS Janet Yellen dan kepala Federal Reserve terus menekankan daruratnya hal ini. Selain itu hal yang akan diperhatikan juga adalah kemajuan di sekitar paket infrastruktur.

Setiap ada rintangan terhadap kedua event ini akan bisa membantu mendorong naik harga emas pada minggu ini.

Sebaliknya, apabila resolusi dengan mudah dapat dicapai terhadap batas atas hutang, penutupan kegiatan pemerintah akan bisa dihindarkan. Dan apabila undang-undang infrastruktur berhasil keluar, saham-saham AS akan mengalami rally kembali ke arah teritori dengan rekor ketinggian, dan emas akan bisa mengalami aksi jual yang lebih signifikan ke bawah $1,700.

Selain itu, sebagian trader sedang mengamati dampak dalam jangka yang lebih Panjang akan bottleneck dari rantai supply. Perusahaan-perusahaan seperti Nike dan FedEx menjerit mengenai tekanan inflasi. Hal ini bisa memicu kenaikan yields dan menjadi titik balik dimana emas akan mulai berlaku sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Sampai emas mulai berfungsi kembali sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga, emas akan tetap rentan jatuh.

Apalagi dengan Powell memberikan konfirmasi akan memulai “tapering” pada bulan November, ini membuat emas beresiko turun.

$1,700 akan menjadi level support emas berikutnya, yang bisa mengalami testing setiap saat, khususnya apabila muncul laporan data ekonomi yang kuat pada minggu ini. Sementara $1,800 akan tetap menjadi level resistance.

Di AS, data ekonomi pada minggu ini dimulai dengan Durable Goods Order untuk bulan Agustus, yang diperkirakan naik 0.6% setelah jatuh 0.1% pada bulan sebelumnya. Indeks PMI manufaktur untuk bulan September akan memberikan gambaran apakah sektor faktori mengatasi kekurangan material dan tenaga kerja dan inflasi harga. AS juga akan mempublikasikan angka GDP kuartal ketiga yang final yang diperkirakan akan dikonfirmasi di 6.6% QoQ.

“Support” terdekat menunggu di $1,741 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,736 dan kemudian $1,700. “Resistance” terdekat menunggu di $1,755 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,774 dan kemudian $1,800. PT KONTAK PERKASA

vibiznews.com