Diserang Tawon Vespa yang Mematikan? Ini Saran Ahli Agar Tak Berdampak Fatal | PT KP PRESS

PT KP PRESS SURABAYA – Tercatat sejak tahun 2018 terdapat sembilan warga di Kabupaten Pemalang, meninggal karena sengatan tawon. Terakhir, sepasang suami-istri Warga Kebandaran, Kecamatan Bodeh, meninggal akibat disengat ratusan tawon vespa affinis .

Pada detikcom, drh Abdul Muntolip dari Pusat Kesehatan Hewan, Kabupaten Pemalang, menjelaskan terkait serangan tawon yang berujung kematian tersebut. Menurutnya, bila tawon yang menyengat hanya satu atau dua saja, tidak akan berujung kematian. Dan yang harus segera dilakukan yakni menjauh dari lokasi sebelum tawon lainnya datang untuk ikut menyengat.

“Kalau hanya satu dua tawon hanya akan alergi saja. Biasanya pada bagian yang tersengat akan membengkak,” kata drh Abdul Muntolip saat ditemi di ruang kerjanya, Kamis (28/11/2019).

Hal yang harus dilakukan saat orang tersengat tawon yakni mencari es untuk dikonperskan pada bagian tubuh yang tersengat.

“Sebelum reaksi racunnya bertambah, maka secepat mungkin melakukan pengkonpresan dengan es pada bagian yang tersengat,” jelasnya.

Atau juga, masih menurut Abdul Muntolip segera mencari obat antihistamin.

“Antihistamin ini merupakan jenis obat untuk mengatasi berbagai macam jenis alergi. Atau dengan obat radang lainnya,” jelasnya.

Namun sayangnya, masih dalam penjelasan Abdul Muntolip, biasanya satu atau dua tawon yang menyengat itu akan mengeluarkan feromon.

“Feromon ini merupakan semacam bau, yang berfungsi untuk mengundang tawon-tawon lainnya dalam satu koloni,” kata Abdul.

Dengan keluarnya bau yang berupa zat kimia inilah, koloni tawon akan terundang dan langsung bersama-sama akan menyengat korbannya.

“Sasaran akan terus dikejar oleh koloni yang jumlahnya sangat banyak tersebut,” katanya.

Saat disengat lebih dari dua tawon ini, maka tubuh akan terjadi anafilaksis.

“Kalau satu atau dua tawon tidak akan berujung kematian. Kalau lebih dari itu akan menibulkan banyak alergi yang berat sehingga terjadi yang namanya anafilaksis,” jelasnya.

Anafilaksis sendiri merupajan alergi yang cukup berat sehingga menyebabkan bengkak semua pada bagian tubuh.

“Menimbulkan kematian karena sengatan tawon yang dnegan jumlah banyak ini bersifat sistemik,” tuturnya.

Serangan tawon berupa sengatan tersebut, racunya akan masuk ke pembuluh darah dan merusak organ.

“Akan menyerang organ tubuh. Yang diserang biasanya paru-paru, yang kemudian akan mengalami edema paru,” tambah Abdul.

Edema paru-paru ini menurut Abdul merupakan penumpukan cairan di paru-paru sehingga korban akan susah bernafas dan akan meninggal dunia.

“Jadi organ yang terserang kalau tidak paru-paru ya ginjal,” kata Andul.

Kembali dijelaskan Abdul, bila hanya satu atau dua tawon, tidak akan berujung kematian pada korbanya. Korban hanya akan mengalami alergi.

Serangan tawon secara bersama-sama tersebut, menurut Abdul merupakan sifat tawon dalam membela diri, bila merasa terganggu.

“Ya jauhilah sarang tawon. Jangan mencoba untuk menghilangkan sarang tawon bila tidak punya keahlian. Lebih baik laporkan ke instansi terkait guna evakuasi sarang tawon,” imbau Abdul Muntolip pada warga. PT KP PRESS

detik.com